Avatar

Khairan Efendi

Penulis Kolom

47 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Hardiknas 2026



Sabtu , 02 Mei 2026



Telah dibaca :  194

HARDIKNAS 2026
Setiap tanggal 2 Mei, kita memperingati Hari Pendidikan Nasional. Nama Ki Hajar Dewantara selalu disebut sebagai tokoh besar pendidikan bangsa. Tetapi sesungguhnya, Hardiknas bukan hanya tentang mengenang sejarah. Ia adalah momen untuk bertanya pada diri sendiri: sudahkah pendidikan membawa kita lebih dekat kepada Allah?

Sebagai orang beriman, kita memahami bahwa pendidikan bukan sekadar urusan sekolah. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama guru, orang tua, masyarakat, bahkan negara. Anak-anak yang hari ini duduk di bangku sekolah kelak akan menjadi pemimpin, pekerja, ulama, pedagang, dan orang tua. Jika hari ini mereka dibimbing dengan iman dan akhlak, maka masa depan akan dipenuhi kebaikan. Namun jika pendidikan hanya mengejar nilai dan prestasi dunia, kita khawatir akan kehilangan generasi yang beradab.

Dalam Islam, menuntut ilmu adalah kewajiban. Ilmu bukan sekadar alat mencari pekerjaan, tetapi jalan untuk mengenal Allah lebih dekat. Orang yang berilmu seharusnya semakin rendah hati, semakin takut berbuat dosa, dan semakin peduli kepada sesama. Di situlah letak kemuliaan pendidikan.

Hardiknas juga mengingatkan kita tentang peran guru. Guru bukan hanya pengajar materi pelajaran. Guru adalah pembimbing, penuntun, dan teladan. Satu kalimat baik dari guru bisa mengubah masa depan seorang anak. Satu nasihat yang tulus bisa menyelamatkan seseorang dari jalan yang salah. Maka menghormati guru bukan hanya budaya, tetapi bagian dari adab dalam Islam.

Namun pendidikan tidak berhenti di sekolah. Rumah adalah madrasah pertama. Orang tua adalah guru utama. Jika di sekolah anak diajarkan kejujuran, tetapi di rumah ia melihat kebohongan, maka pendidikan menjadi timpang. Jika di sekolah anak diajarkan sopan santun, tetapi di rumah ia menyaksikan kemarahan dan kekerasan, maka nilai-nilai itu akan luntur. Karena itu, Hardiknas seharusnya juga menjadi pengingat bagi keluarga untuk memperbaiki diri.

Di zaman sekarang, tantangan pendidikan semakin berat. Teknologi berkembang cepat. Informasi begitu mudah diakses. Anak-anak bisa belajar banyak hal, tetapi juga bisa terpapar hal-hal yang merusak. Di sinilah pentingnya pendidikan yang berlandaskan agama. Ilmu harus dibingkai dengan iman. Kecerdasan harus diiringi akhlak.

Kita tentu ingin anak-anak kita sukses. Tetapi lebih dari itu, kita ingin mereka selamat dunia dan akhirat. Kita ingin mereka menjadi pribadi yang jujur, amanah, dan bertanggung jawab. Kita ingin mereka tidak hanya pintar berbicara, tetapi juga benar dalam bersikap.

Hardiknas bukan sekadar upacara dan pidato. Ia adalah ajakan untuk memperbaiki niat. Mengajar bukan hanya mencari gaji, tetapi ladang amal. Belajar bukan hanya mengejar nilai, tetapi mencari ridha Allah. Mendidik bukan hanya membentuk kemampuan, tetapi membangun keimanan.

Semoga setiap ruang kelas menjadi tempat lahirnya generasi yang berilmu dan berakhlak. Semoga setiap rumah menjadi tempat tumbuhnya iman. Dan semoga pendidikan di negeri ini benar-benar menjadi jalan menuju kebaikan, bukan hanya untuk dunia, tetapi juga untuk akhirat.



Penulis : Khairan Efendi


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Belajar Bersama Lebah dan Semut
15 Agustus 2026   Oleh : Khairan Efendi   167

Dari Sudut Makam, Saya Menemukan Wajah Kemerdekaan
12 Agustus 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   242

Menjemput Hidayah, Bukan Menantinya.
30 Juli 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   65

Jejak Lereng Muria, antara Meniti Tangga dan Menata Hati
19 Juli 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   48

   Berita Popular

Bisa Sang Mawar Berduri
Rabu , 05 Maret 2025      1587


Cahaya dari Lantai Pesantren
Minggu , 14 Desember 2025      1169


Pelita Diujung desa
Selasa , 02 Desember 2025      1005


Malam Pertama di Bulan Suci.
Sabtu , 01 Maret 2025      963