Avatar

M.Taufik, S.Pd.i

Penulis Kolom

33 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Golongan Orang Yang dirindui Surga Bagian I (Bang Herman Sang Ojol Sholeh).



Senin , 12 Mei 2025



Telah dibaca :  1263

Sore itu saya kemabali menyusuri derasnya arus sungai siak, dari pelabuhan tanjung datuk saya tiba lebih awal, lebih tepatnya dua jam sebelum keberangkatan, kapal jelatik terlalu banyak kenangan yang belum bisa diceritakan dalam waktu yang singkat, bayangkan saja sebelum saya dilahirkan didunia ini kapal jelatik tetap setia melayani masyarakat dalam bertransportasi dari ibu kota provinsi menuju daerah kepulauan Meranti lebih tepatnya diselatpanjang, keadaan pelabuhan masih terlihat sepi terkadang ada pedagang asongan yang menghampiri sambil menawarkan buah salak dan rambutan, saya membelinya satu bungkus buah salak  seharga 15 ribu, namun saya membayarakan dengan jumlah uang 20 ribu, begitu sang pedagang mau memberikan sisa pengembalian uang nya, saya menolak dengan senyuman beriringan dengan kalimat “ sudah..untuk bapak saja”.

Sebelum berangkat masih ada banyak waktu untuk saya menikmati pelabuhan dan pinggiran sungai yang sesekali ada rerumputan yang ikut hanyut terbawa arus hilir mudik ntah kapan akan berakhir, saya masih ditemani sama bang  “Herman” si tukang ojek online, sambil duduk dipinggir salah satu sudut pelabuhan.  bang  herman sedari pagi baru dapat satu penumpang yaitu saya, bang herman punya dua orang anak yang berusia 8 tahun dan 2 tahun, istrinya seorang guru ngaji di salah satu Madrasah yang ada di kota itu, saya menyadari begitu sulit dan rumit nya menata hidup ditengah-kota persaingan hidup yang keras, juga harus memaksa setiap pejuang nafkah terus mencari celah untuk menutupi kebutuhan tanpa mempedulikan kata lelah dan setatus.

Sejak dari kampus saya memperhatikan bang herman menyandarkan punggung nya diatas sepeda motor sambil menunggu orderan penumpang yang belum kunjung tiba, dari awal saya melihat bang herman menggengam sesuatu yang didekap dengan kedua tanganya ternyata bang herman sedang membaca qur’an, masih ada satu jam lagi keberangkatan kapal, kami pun saling bercerita ternyata banga herman sudah dua tahun menjadi ojek online ia tekuni selama dua tahun dan rata- rata setiap hari bisa membawa pulang uang seratus ribu, terkadang juga tidak dapat sama sekali tapi keadaan itu tidak menyurutkan bang herman untuk terus berusaha dan selalu berdoa kepada Allah sebagai bentuk wujud rasa sukur dan penghambaan nya kepada sang maha pencipta.

Saya jadi teringat sebuah hadis nabi tentang empat golongan orang yang dirindui syurga, yang pertama adalah mereka orang-orang yang terpaut  hatinya dengan Al Qur’an, terpaut hatinya dengan Qur’an termasuk didalamnya mereka orang – orang yang gemar membaca Al Qur’an, Senang mendengar ayat-ayat Al Qur’an, bagaimana tidak dirindui syurga, bagi mereka yang gemar membaca dan mendengarkan  ayat-ayat Al Qur’an pahala nya terus mengalir setiap huruf demi huruf yang ia baca, coba anda bisa bayangkan dan hitung sendiri kalau satu hari bisa menghabiskan 1 juz membaca Al Qur’an, sudah berapa ratus ribu huruf yang sudah anda baca untuk merauf pahala dari Allah atas bacaan Al Qur’an anda, seumpamapun anda tidak bisa membaca nya satu juz satu hari, stidak nya bisa satu lembar, satu ayat bahkan satu huruf sekalipun yang dibaca akan tetap mengalir pahala dan ganjaran masuk ketabungan akhirat kita, betapa mudah dan indahnya untuk merauf pahala dan ketenangan hidup dengan selalu dekat dengan Al Qur’an.

Saya rasa bang herman adalah sosok ayah yang menginspirasi, dikala kebanyakan orang saat ini sedang duduk sendirian lebih asyik dan terlena bermain Android, sibuk melihat tiktok, dan yooutube, tidak ketinggalan juga facebook Pro yang sedang Trend, tidak hanya melanda anak-anak muda saja tapi sudah merambah ke dalam kehidupan nenek-nenek dan kekek-kakek, mereka tidak mau ketinggalan ikutan buat konten, yang terkadang bertolak belakang jauh dari realita kehidupan sesungguhnya, kita bisa lihat saat membuka media sosial, ibuk rumah tangga kehilangan jati dirinya, karena sibuk buat konten joged-joget didapur sambil mengupas bawang, kepala keluarga kehilangan kesadaran bahwa ia adalah laki-laki yang berwibawa dalam rumah tangga nya, kini berubah derastis membuat konten yang tidak masuk diakal, hmmmm, belum lagi yang muda-muda, gadis maupun janda, perjaka maupun duda, gak perduli laki-laki ataupun perempuan semuanya melebur menjadi satu dalam ruang media sosial.

Kini bang herman masih mampu bertahan dalam badai kehidupan dan moral dikala kebanyakan orang sibuk asyik dengan android nya, tapi bang herman sibuk dengan memperbanyak mengumpulkan pundi-pundi pahala untuk memenuhi tabungan akhirat nya dengan membaca Al Qur’an dalam setiap waktu kosong nya diselal-sela menunggu orderan dari pelanggan. Obrolan kamipun berkahir ketika 15 menit sebelum keberangkatan kapal jelatik tiba, saya mendengar teriakan penjaga gerbang kepada para penumpang, karena tiket akan segaera diperiksa, saya pun bergegas dan menuju gerbang untuk segera naik kekapal, insyaallah kita akan berjumpa kembali bang herman, semoga allah selalu memberikan kemudahan dan keberkahan setiap usaha hambnya, terutama bang herman sang ojek onlen yang selalu dekat dengan Al Qur’an.



Penulis : M.Taufik, S.Pd.i


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

APBN, APBD DAN KURBAN
30 Mei 2026   Oleh : Prof. Dr. H. Ilyas Husti. MA   23

Hari Tasyriq Terakhir: Saat Ritual Berakhir, Misi Dimulai
30 Mei 2026   Oleh : Dr.H.Mawardi M.Saleh,Lc.,MA   31

Kurban dari Baitul Māl
29 Mei 2026   Oleh : Dr.H.Mawardi M.Saleh,Lc.,MA   7

Panen Raya Pahala: Di Bulan Dzulhijjah
19 Mei 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   22

Guru PAUD, Pelukis Masa Depan dengan Cinta dan Ketulusan
09 Mei 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   389

   Berita Popular

Bisa Sang Mawar Berduri
Rabu , 05 Maret 2025      1560


Cahaya dari Lantai Pesantren
Minggu , 14 Desember 2025      1128


Pelita Diujung desa
Selasa , 02 Desember 2025      971


Malam Pertama di Bulan Suci.
Sabtu , 01 Maret 2025      954