
Hari ini
selatpanjag di guyur hujan seharian penuh, mulai dari malam sampai sore hari, matahari tak memperlihatkan
wajah ceria nya dihadapan manusia, walau demikian aktifitas masyarakat
selantpanjang masih seperti biasa di guyur hujan seakan tak masalah baginya,
yang penting bisa mengisi kekosongan jalanan yang tampak sepi dari sabuh,
dipasar pinggir jalan imam bonjol pun tetap terlihat pemandangan berberapa
pedangang sedang menunggu pelanggan sambil menata daganganya, membentang terpal
sebagai lapis barang dagangan, ibuk Sutiem terlihat dari kejauaan menggunkan
jas hujan warna kecoklatan sambil melambai kan jemari nya untuk saya
menghampiri jualan buk Sutiem, kebetulan saya dan istri juga menjajaki pasar
yang masih sepi walau waktu sudah menempati jam 9.30an, maklum rintikan hujan
masih terus turun bergantian seakan tak henti.
Sepanjang jalanan
banjir, saya sempat duduk beberapa saat dilapak nya buk sutiem ditemani istri
sedang memilih sayuran yang beratapkan payung bersar yang disiapkan buk Sutiem,
ada pertanyaan menarik dari buk sutiem kepada saya, “apaakah siksa kubur itu terus
menerus ataukah terputus” tentu saya untuk memberikan jawaban dari
pertanyaan buk sutiem tidak boleh sembarangan, bagi saya menjawab pertanyaan
yang sama sekali belum punya pengalaman tentang nya sedikit lebih sulit
daripada pertanyaan tentang hukum-hukum atau praktek ibadah.
Mengenai jawaban
dari pertanyaan buk sutiem, tentu saya mengerucut pada referensi yang ada dalam
kitab Risalaturruh yang ditulis oleh Ibnu Qoyyim Al Jauziyah, ada dua jawaban
terkait tentang pertanyaan buk Sutiem, yang Pertama, siksa’an kubur itu bisa terus menerus diberikan kepada
penghuni kubur, hal ini diriwayatkan oleh Al Bukhori bahwa Rasulullah
sallahualaihi wasallam bermimpi yang didalam nya beliau menyebutkan “Dia melakukan yang demikian itu hingga hari
kiamat”, Hadis ini menunjukan bahwa siksa kubur itu akan terjadi kepada
seseorang didalamnya secara terus menerus sampai pada hari kiamat tiba nanti, dalam
riwayat lain juga dikisahkan tenang orang yang memukuli kepalanya terus menerus
hingga kiamat tiba, dari dua kisah itu tentu merupakan sinyal kepada kita bahwa
siksa kubur itu akan berlangsung hingga kiamat tiba, siksaan ini akan
ditimpakan kepada orang-orang yang durhaka kepada Allah, SWt, dan menginkari
kebenaran dari NYA.
Kemudian Jawaban
yang Kedua, dalam hadis diriwayatkan tentang keberadaan kuburan yang
ketika diletakan dua pelepah kurma oleh Rasulullah Sallahu Alaihi Wasalam, dan
ketika sahabat bertanya perihal dua pelepah kurma tersebut, Nabi pun Menjawab “Mudah-mudahan
selama kedua dahan daun kurma ini belum mengering maka selama itu akan
memberikan syafaat atau meringankan beban siksa orang yang ada didalamnya,
jenis yang kedua ini ialah siksaan yang berhenti hingga waktu tertentu dan
seteleh itu terputus, ini merupakan siksaan yang ditimpakan kepada sebagian
orang yang melanggar perintah Allah, namun kesalahanya ringan, sehingga
siksaanya setimpal dengan perbuatanya, Siksaan kepada nya ini juga bisa
terputus disebabkan do’a-do’a dari orang
yang masih hidup didunia, berupa shodaqoh, istighfar, pahala dari
kalimat-kalimat toyyibah yang dikirimkan oleh karib kerabat sanak saudara yang
masih tinggal didunia, amal jariyah yang masih tersisa, doa dari anak-anak yang
sholeh dan sholehah kelak juga mampu meringankan dan bahkan menghentikan
siksaan di alam kubur.
Dari beberpa
keterangan diatas menunjukan bahwa betapa berartinya sebuah kiriman doa dari
orang-orang yang ada didunia ini untuk orang-orang yang menjalni kehidupan
dialam kubur, alam kubur adalah alam penantian untuk menuju alam akhirat, yang
sejatinya kelak kita akan menjumpai semua. Maka setiap kebaikan sebesar biji
sawi pun yang kita lakukan maka pastilah lah Allah akan memberikan balasan
sesuia dengan takaranya.
Buk Sutiem
sebagai pedagang, maka menjadi pedangan yang jujur dalam menakar timbangan, dan
sabar dalam melayani pelanggan, atau konsumen, merupakan aset untuk dipetik
manfaatnya di alam kubur, sebagai seorang pemimpin, maka pinpinlah dan gunakan
jabatan yang diamanhakan untuk mengayomi rakyat dan masyarakat, seabagai
seorang guru sampaikan lah ilmu yang bermanfaat untuk menghilangkan ke bodohan
dan menyempurnakan ibadah, akan kelak bisa menjadi amal jariyah di alam kubur,
sungguh di alam kubur tentu ada kepastian yang tidak bisa ingkari, mungkin
ketika didunia kita masih bisa berhelah dan membalikan fakta,, tapai ingat
diakhirat kelah semua anggota tubuh kita akan menjdai saksi atas segala
perbuatan,, tidak akan ada yang ter alpa dan terlupa dari catatan malaikat
mungkar dan nangkir.
Buk Sutiem
pun menganggukan kepala seakan memahami betul dari setiap jawaban yang saya
berikan, tak lama kemudaian berdatangan lah pelanggarn satu persatu ke lapak
nya buk sutiem, tentu terllihat lebih ramai dari biasaya, maklum hujan belum
juga berhenti dan beberpa pedangang pasar tidak membuka daganganya seperti hari
–hari biasanya, semoga dagangan buk Sutiem tambah laris dan berkah rezkinya,
sehat dan selalu menebar kebaikan dalam setiap kesempatan.
Hidup ini
adalah sebuah perjalanan dari yang semula kita mati, kemudian dihidupkan oleh
Allah, dan di matikan kembali, dihidupkan kemabali, sungguh ini bukan sebuah
perjalanan yang sia-sia, lantas bagaimana mungkin kita akan megingkari nikmat
kepada Allah,jika kita mengerti dan sadar dari sebuah arti kehidupan.
Penulis : M.Taufik, S.Pd.i
Panen Raya Pahala: Di Bulan Dzulhijjah
19 Mei 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   14
Guru PAUD, Pelukis Masa Depan dengan Cinta dan Ketulusan
09 Mei 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   348
Di Balik Ihram dan Haji
09 Mei 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   31
Hardiknas 2026
02 Mei 2026   Oleh : Khairan Efendi   161
Di Antara Air Mata dan Do’a: Mengantar Jamaah Menuju Tanah Suci
28 April 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   63
Bisa Sang Mawar Berduri
Rabu , 05 Maret 2025      1545
Golongan Orang Yang dirindui Surga Bagian I (Bang Herman Sang Ojol Sholeh).
Senin , 12 Mei 2025      1235
Cahaya dari Lantai Pesantren
Minggu , 14 Desember 2025      1117
Pelita Diujung desa
Selasa , 02 Desember 2025      956
Malam Pertama di Bulan Suci.
Sabtu , 01 Maret 2025      950