Avatar

M.Taufik, S.Pd.i

Penulis Kolom

31 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Apakah Siksa Kubur Itu Terus Menerus Ataukah Terputus



Sabtu , 13 September 2025



Telah dibaca :  179

Hari ini selatpanjag di guyur hujan seharian penuh, mulai dari malam  sampai sore hari, matahari tak memperlihatkan wajah ceria nya dihadapan manusia, walau demikian aktifitas masyarakat selantpanjang masih seperti biasa di guyur hujan seakan tak masalah baginya, yang penting bisa mengisi kekosongan jalanan yang tampak sepi dari sabuh, dipasar pinggir jalan imam bonjol pun tetap terlihat pemandangan berberapa pedangang sedang menunggu pelanggan sambil menata daganganya, membentang terpal sebagai lapis barang dagangan, ibuk Sutiem terlihat dari kejauaan menggunkan jas hujan warna kecoklatan sambil melambai kan jemari nya untuk saya menghampiri jualan buk Sutiem, kebetulan saya dan istri juga menjajaki pasar yang masih sepi walau waktu sudah menempati jam 9.30an, maklum rintikan hujan masih terus turun bergantian seakan tak henti.

Sepanjang jalanan banjir, saya sempat duduk beberapa saat dilapak nya buk sutiem ditemani istri sedang memilih sayuran yang beratapkan payung bersar yang disiapkan buk Sutiem, ada pertanyaan menarik dari buk sutiem kepada saya, “apaakah siksa kubur itu terus menerus ataukah terputus” tentu saya untuk memberikan jawaban dari pertanyaan buk sutiem tidak boleh sembarangan, bagi saya menjawab pertanyaan yang sama sekali belum punya pengalaman tentang nya sedikit lebih sulit daripada pertanyaan tentang hukum-hukum atau praktek ibadah.

Mengenai jawaban dari pertanyaan buk sutiem, tentu saya mengerucut pada referensi yang ada dalam kitab Risalaturruh yang ditulis oleh Ibnu Qoyyim Al Jauziyah, ada dua jawaban terkait tentang pertanyaan buk Sutiem, yang Pertama, siksa’an kubur itu bisa terus menerus diberikan kepada penghuni kubur, hal ini diriwayatkan oleh Al Bukhori bahwa Rasulullah sallahualaihi wasallam bermimpi yang didalam nya beliau menyebutkan “Dia melakukan yang demikian itu hingga hari kiamat”, Hadis ini menunjukan bahwa siksa kubur itu akan terjadi kepada seseorang didalamnya secara terus menerus sampai pada hari kiamat tiba nanti, dalam riwayat lain juga dikisahkan tenang orang yang memukuli kepalanya terus menerus hingga kiamat tiba, dari dua kisah itu tentu merupakan sinyal kepada kita bahwa siksa kubur itu akan berlangsung hingga kiamat tiba, siksaan ini akan ditimpakan kepada orang-orang yang durhaka kepada Allah, SWt, dan menginkari kebenaran dari NYA.

Kemudian Jawaban yang Kedua, dalam hadis  diriwayatkan tentang keberadaan kuburan yang ketika diletakan dua pelepah kurma oleh Rasulullah Sallahu Alaihi Wasalam, dan ketika sahabat bertanya perihal dua pelepah kurma tersebut, Nabi pun Menjawab “Mudah-mudahan selama kedua dahan daun kurma ini belum mengering maka selama itu akan memberikan syafaat atau meringankan beban siksa orang yang ada didalamnya, jenis yang kedua ini ialah siksaan yang berhenti hingga waktu tertentu dan seteleh itu terputus, ini merupakan siksaan yang ditimpakan kepada sebagian orang yang melanggar perintah Allah, namun kesalahanya ringan, sehingga siksaanya setimpal dengan perbuatanya, Siksaan kepada nya ini juga bisa terputus disebabkan do’a-do’a dari orang  yang masih hidup didunia, berupa shodaqoh, istighfar, pahala dari kalimat-kalimat toyyibah yang dikirimkan oleh karib kerabat sanak saudara yang masih tinggal didunia, amal jariyah yang masih tersisa, doa dari anak-anak yang sholeh dan sholehah kelak juga mampu meringankan dan bahkan menghentikan siksaan di alam kubur.

Dari beberpa keterangan diatas menunjukan bahwa betapa berartinya sebuah kiriman doa dari orang-orang yang ada didunia ini untuk orang-orang yang menjalni kehidupan dialam kubur, alam kubur adalah alam penantian untuk menuju alam akhirat, yang sejatinya kelak kita akan menjumpai semua. Maka setiap kebaikan sebesar biji sawi pun yang kita lakukan maka pastilah lah Allah akan memberikan balasan sesuia dengan takaranya.

Buk Sutiem sebagai pedagang, maka menjadi pedangan yang jujur dalam menakar timbangan, dan sabar dalam melayani pelanggan, atau konsumen, merupakan aset untuk dipetik manfaatnya di alam kubur, sebagai seorang pemimpin, maka pinpinlah dan gunakan jabatan yang diamanhakan untuk mengayomi rakyat dan masyarakat, seabagai seorang guru sampaikan lah ilmu yang bermanfaat untuk menghilangkan ke bodohan dan menyempurnakan ibadah, akan kelak bisa menjadi amal jariyah di alam kubur, sungguh di alam kubur tentu ada kepastian yang tidak bisa ingkari, mungkin ketika didunia kita masih bisa berhelah dan membalikan fakta,, tapai ingat diakhirat kelah semua anggota tubuh kita akan menjdai saksi atas segala perbuatan,, tidak akan ada yang ter alpa dan terlupa dari catatan malaikat mungkar dan nangkir.

Buk Sutiem pun menganggukan kepala seakan memahami betul dari setiap jawaban yang saya berikan, tak lama kemudaian berdatangan lah pelanggarn satu persatu ke lapak nya buk sutiem, tentu terllihat lebih ramai dari biasaya, maklum hujan belum juga berhenti dan beberpa pedangang pasar tidak membuka daganganya seperti hari –hari biasanya, semoga dagangan buk Sutiem tambah laris dan berkah rezkinya, sehat dan selalu menebar kebaikan dalam setiap kesempatan.

Hidup ini adalah sebuah perjalanan dari yang semula kita mati, kemudian dihidupkan oleh Allah, dan di matikan kembali, dihidupkan kemabali, sungguh ini bukan sebuah perjalanan yang sia-sia, lantas bagaimana mungkin kita akan megingkari nikmat kepada Allah,jika kita mengerti dan sadar dari sebuah arti kehidupan. 



Penulis : M.Taufik, S.Pd.i


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Panen Raya Pahala: Di Bulan Dzulhijjah
19 Mei 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   14

Guru PAUD, Pelukis Masa Depan dengan Cinta dan Ketulusan
09 Mei 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   348

Di Balik Ihram dan Haji
09 Mei 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   31

Hardiknas 2026
02 Mei 2026   Oleh : Khairan Efendi   161

Di Antara Air Mata dan Do’a: Mengantar Jamaah Menuju Tanah Suci
28 April 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   63

   Berita Popular

Bisa Sang Mawar Berduri
Rabu , 05 Maret 2025      1545


Cahaya dari Lantai Pesantren
Minggu , 14 Desember 2025      1117


Pelita Diujung desa
Selasa , 02 Desember 2025      956


Malam Pertama di Bulan Suci.
Sabtu , 01 Maret 2025      950