Avatar

Muhtaruddin,M.Pd.I

Penulis Kolom

63 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Empat Golongan Tidak Dapat Ampunan di Bulan Ramadhan



Minggu , 08 Maret 2026



Telah dibaca :  57

Empat Golongan Tidak Dapat Ampunan di Bulan Ramadhan

 

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam. Dalam bulan ini, Allah SWT membuka pintu rahmat dan ampunan seluas-luasnya bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam beribadah dan bertaubat. Berbagai amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya, doa-doa diijabah, dan pintu surga dibuka sementara pintu neraka ditutup. Karena itu, Ramadhan sering disebut sebagai bulan pengampunan (syahrul maghfirah) bagi umat Islam.

Namun demikian, meskipun Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh ampunan, terdapat beberapa golongan manusia yang disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW tidak memperoleh ampunan Allah SWT apabila mereka tidak memperbaiki diri. Hal ini menjadi peringatan penting bagi umat Islam agar tidak menyia-nyiakan kesempatan emas yang hanya datang sekali dalam setahun tersebut.

Tulisan ini akan membahas empat golongan yang tidak mendapatkan ampunan di bulan Ramadhan berdasarkan hadis Nabi serta penjelasan para ulama, dengan pendekatan ilmiah yang mudah dipahami oleh masyarakat.

Banyak dalil yang menjelaskan betapa besarnya keutamaan Ramadhan sebagai bulan pengampunan. Salah satunya adalah hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim: “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”  (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menunjukkan bahwa Ramadhan adalah kesempatan besar bagi umat Islam untuk membersihkan diri dari dosa-dosa. Puasa yang dilakukan dengan iman dan keikhlasan menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa masa lalu. Selain itu, Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa Ramadhan merupakan bulan yang penuh petunjuk bagi manusia. Allah SWT berfirman: “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil.” (QS. Al-Baqarah: 185).

Ayat ini menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah ritual, tetapi juga bulan pembinaan spiritual dan moral bagi umat Islam.

Meskipun pintu ampunan dibuka luas, Rasulullah SAW menyebutkan ada beberapa golongan yang tetap tidak memperoleh ampunan apabila mereka tidak memperbaiki diri. Hal ini dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi:  “Celakalah seseorang yang mendapati bulan Ramadhan, kemudian bulan itu berlalu sebelum ia mendapatkan ampunan.” (HR. Tirmidzi).

Dalam berbagai penjelasan ulama, terdapat empat golongan manusia yang sangat berisiko tidak mendapatkan ampunan di bulan Ramadhan.

1. Orang yang Tidak Memanfaatkan Ramadhan untuk Beribadah

Golongan pertama adalah orang yang tidak memanfaatkan bulan Ramadhan untuk memperbanyak ibadah. Mereka menjalani Ramadhan seperti bulan-bulan biasa tanpa meningkatkan kualitas spiritualnya. Padahal, Ramadhan adalah kesempatan langka yang seharusnya dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagai ibadah seperti puasa, shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, sedekah, dan memperbanyak doa.

Menurut Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin, seseorang yang tidak memanfaatkan waktu-waktu mulia untuk beribadah termasuk orang yang merugi secara spiritual. Hal ini karena kesempatan yang sangat besar untuk memperoleh pahala justru disia-siakan.

Dengan kata lain, orang yang tetap lalai dan tidak meningkatkan ibadahnya di bulan Ramadhan berarti tidak memanfaatkan momentum pengampunan yang telah Allah sediakan.

2. Orang yang Durhaka kepada Kedua Orang Tua

Golongan kedua yang tidak mendapatkan ampunan adalah orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya. Dalam Islam, berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban yang sangat ditekankan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua.” (QS. Al-Isra’: 23).

Ayat ini menunjukkan bahwa berbakti kepada orang tua ditempatkan setelah kewajiban menyembah Allah. Hal ini menandakan betapa pentingnya kedudukan orang tua dalam Islam.

Dalam konteks Ramadhan, seseorang yang masih menyakiti, mengabaikan, atau tidak menghormati orang tuanya dikhawatirkan tidak mendapatkan ampunan Allah, karena dosa terhadap manusia harus diselesaikan terlebih dahulu dengan meminta maaf kepada yang bersangkutan.

3. Orang yang Memutuskan Silaturahmi

Golongan ketiga adalah orang yang memutuskan hubungan silaturahmi. Dalam ajaran Islam, menjaga hubungan kekeluargaan merupakan salah satu bentuk ibadah sosial yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Silaturahmi memiliki banyak manfaat, baik secara spiritual maupun sosial. Selain mempererat hubungan antar manusia, silaturahmi juga menjadi sebab bertambahnya rezeki dan panjang umur.

Sebaliknya, memutuskan hubungan dengan keluarga atau kerabat karena permusuhan, iri hati, atau masalah duniawi merupakan perbuatan yang sangat dilarang dalam Islam.

Oleh karena itu, bulan Ramadhan seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan yang rusak dan saling memaafkan.

4. Orang yang Menyimpan Kebencian dan Tidak Mau Memaafkan

Golongan terakhir adalah orang yang masih menyimpan kebencian, dendam, dan permusuhan terhadap sesama manusia. Sikap ini dapat menghalangi seseorang dari mendapatkan ampunan Allah SWT.

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa amalan manusia diperlihatkan kepada Allah setiap hari Senin dan Kamis. Rasulullah SAW bersabda: “Semua dosa seorang mukmin akan diampuni kecuali dua orang yang saling bermusuhan. Dikatakan: tangguhkan keduanya sampai mereka berdamai.” ( HR. Muslim).

Hadis ini menunjukkan bahwa permusuhan yang berkepanjangan dapat menjadi penghalang turunnya ampunan Allah.

Oleh karena itu, Islam sangat menganjurkan umatnya untuk memiliki sifat pemaaf. Bahkan Al-Qur’an memuji orang-orang yang mampu menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah SWT berfirman: “Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali Imran: 134).

Dengan demikian, memaafkan sesama merupakan langkah penting untuk meraih ampunan Allah, terutama di bulan Ramadhan.

Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

Puasa yang sejati seharusnya mampu membentuk pribadi yang lebih sabar, lebih peduli, dan lebih pemaaf. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk melakukan introspeksi diri selama Ramadhan.

Momentum Ramadhan seharusnya dimanfaatkan untuk memperbaiki kesalahan masa lalu, mempererat hubungan keluarga, serta meningkatkan kualitas ibadah. Jika seseorang mampu menjalani Ramadhan dengan penuh kesungguhan, maka bulan ini dapat menjadi titik balik dalam kehidupan spiritualnya.

Ramadhan merupakan bulan yang penuh rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Namun, tidak semua orang secara otomatis mendapatkan ampunan tersebut. Ada beberapa golongan manusia yang berisiko tidak memperoleh ampunan apabila mereka tidak memperbaiki sikap dan perilakunya.



Penulis : Muhtaruddin,M.Pd.I


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Panen Raya Pahala: Di Bulan Dzulhijjah
19 Mei 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   14

Guru PAUD, Pelukis Masa Depan dengan Cinta dan Ketulusan
09 Mei 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   349

Di Balik Ihram dan Haji
09 Mei 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   32

Hardiknas 2026
02 Mei 2026   Oleh : Khairan Efendi   162

Di Antara Air Mata dan Do’a: Mengantar Jamaah Menuju Tanah Suci
28 April 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   63

   Berita Popular

Bisa Sang Mawar Berduri
Rabu , 05 Maret 2025      1545


Cahaya dari Lantai Pesantren
Minggu , 14 Desember 2025      1117


Pelita Diujung desa
Selasa , 02 Desember 2025      956


Malam Pertama di Bulan Suci.
Sabtu , 01 Maret 2025      950