Avatar

Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I

Penulis Kolom

62 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Hidup Penuh dengan Kedamaian



Sabtu , 30 Mei 2026



Telah dibaca :  2

Hidup Penuh Dengan Kedamaian

 

اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jum’at Rahimakumullah.

Pertama-tama, marilah kita senantiasa meningkatkan takwa kepada Allah SWT dengan senantiasa menjalankan perintah-perintah-Nya dan meninggalkan segala yang dilarang oleh-Nya.

Kedua, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga besarnya, sahabat-sahabatnya, para tabi’in, tabi’in tabi’in, para ulama hingga kepada umat-umatnya. Semoga kita mendapatkan syafaatnya. Amin.

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jum’at Rahimakumullah,

Kehidupan di era modern telah memunculkan persoalan yang sangat komplek. Mulai dari persoalan pendidikan, ekonomi, pengangguran dan kemerosotan moral yang sangat terasa dalam kehidupan sehari-hari. Hari ini kita sudah tidak heran Ketika mendengar pengangguran. Bukan dari masyarakat kelas bawah, tapi kelompok-kelompok manusia terdidik. Mereka bingung mencari pekerjaan dan sangat sulit untuk mendapat hidup yang layak.

Hari ini sudah tidak heran ketika kita melihat dan mendengar ada kriminalitas seperti pembunuhan, perbuatan asusila, dan perbuatan-perbuatan jahat lainnya yang bersliweran di media sosial dan media-media lainnya.

Semua ini terjadi karena sebagian saudara kita sudah melupakan ajaran agama tentang pentingnya hidup penuh dengan kedamaian hati. Dalam al-qur’an, allah telah mengajarkan konsep hidup yang sangat indah sebagaimana yang telah diterangkan dalam ayat-ayat nya sebagai berikut:

Pertama, Q.S. Ar-Ra’dhu ([13]:28) sebagai berikut:

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ ۝٢٨

Artinya:

(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.

Kedua, Q.S. At-Thalaq ([65]:2-3) sebagai berikut:

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًاۙ ۝٢

Artinya:

Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar

وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا ۝٣

Artinya:

dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu.

Dari beberapa ayat tersebut di atas, Islam telah mengajarkan tentang strategi membangun kehidupan yang tenang, damai dan bahagia sebagai berikut:

Pertama, hidup yang tenang, damai dan bahagia apabila kita senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-larangan Nya.

Melaksanakan dan meninggalkan adalah dua kata kunci. Namun dua kata tersebut bukan sebatas pada persoalan syariat saja. Banyak orang yang sudah beribadah dengan sungguh-sungguh tapi masih selalu menderita. Hal ini disebabkan karena orang tersebut masih terpaku pada memasrahkan diri pada hal-hal yang bersifat dhahir semata atau sebatas syariat semata.

Padahal untuk mencapai kelezatan dalam beribadah atau mengabdi kepada Allah, seorang hamba harus merasakan lezatnya atau nikmatnya mencintai Allah dengan setulus hati. Laksana sepasang kekasih. Mereka sangat menikmat keindahan dan kenyamanan mencintai pasangannya. Sebab mereka telah memasrahkan diri seluruh jiwa dan raganya untuk orang yang dicintainya.

Dari sini kita bisa memahami bahwa kegagalan ibadah kita bukan karena tidak menjalan perintah-perintah-Nya, tetapi ketidak mampuan mencintai tuhan dengan setulus hati. Akibatnya kita sering tidak mendapatkan kebahagiaan sejati.

Kedua, hidup yang tenang adalah hidup yang menyakini bahwa hidup ini sudah diatur dengan sempurna oleh Allah SWT. Kesempurnaan hidup Adalah kesempurnaan usaha, kerja keras, belajar dengan sungguh-sungguh serta bekerja dengan sekuat tenaga untuk memperoleh kebahagiaan hidup.

Orang-orang yang bekerja, belajar, dan melaksanakan aktivitas semata-mata karena Allah maka Allah akan mencukupi keinginan atau hajat-hajatnya. Tentu saja, maka Allah menyukupi kebutuhan hamba-hamba-Nya bukan sebatas pada pengertian “mendapatkan kekayaan dunia” atau “tinggi jabatan atau kekuasaan”. Orang-orang yang akan mendapatkan terkabulnya doa adalah terpenuhi kebutuhan dan kebutuhan tersebut bisa digunakan untuk mengabdi kepada Allah SWT untuk ibadah dan amal sholeh. Sehingga hidup menjadi tenang, umur menjadi berkah dan segala kekayaan telah bernilai ibadah dan amal sholeh. Harta yang demikian ini yang menjadi tabungan ketika berjumpa dengan Allah SWT.

Sedangkan orang-orang yang tidak mau mendekatkan diri kepada Allah, terkadang mendapatkan kemuliaan di dunia. Harta banyak, jabatan terus menanjak dan kekayaan melimpah. Namun karena tidak beriman, kekayaan dan jabatan tersebut sebatas kesenangan semantara. Saat ia telah meninggal dunia, semua hanya kenangan. Sedangkan disisi lain, ia tidak mempunyai amal ibadah dan amal Sholeh di hadapan Allah SWT. Sungguh sangat menyedihkan. Pada saat orang lain mendapatkan balasan kebaikan, malah orang-orang yang dulu kaya saat di dunia tapi tidak berbuat kebaikan, maka kekayaan tersebut malah menjadi bara api yang menyerang dirinya sendiri.

Saudara-saudaraku yang dirahmati oleh Allah SWT,

Dari paparan tersebut menunjukan betapa penting hidup menyandarkan diri kepada Allah SWT. Sebab akan datang suatu masa, Dimana harta tidak bisa untuk sandaran hidup, jabatan tidak bisa untuk sandaran hidup. Semua yang kita punya akan meninggalkan kita semua. Yang benar-benar setia mendampingi kita Adalah ibadah, doa dan amal Sholeh kita.

Untuk itu, sungguh sangat beruntung bagi orang-orang yang sudah bisa memenej kehidupan ini dengan senantasai bersandar kepada-Nya..

جَعَلَنا اللهُ وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِين، وَأدْخَلَنَا وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ : أعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا. باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ وذِكْرِ الحَكِيْمِ.  إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ



Penulis : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Tradisi Membaca dalam Islam
31 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   4

Etika Berbicara di Media Sosial
29 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   2

Kurban: Jalan Menuju Ketakwaan dan Kepedulian
26 Mei 2026   Oleh : Khairan Efendi   10

Idul Fitri: Momentum Penyucian Hati dan Penguatan Takwa
18 Maret 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   61

5 Esensi Bulan Suci Ramadhan
27 Februari 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   30

   Berita Popular

Bisa Sang Mawar Berduri
Rabu , 05 Maret 2025      1560


Cahaya dari Lantai Pesantren
Minggu , 14 Desember 2025      1128


Pelita Diujung desa
Selasa , 02 Desember 2025      971


Malam Pertama di Bulan Suci.
Sabtu , 01 Maret 2025      954