Avatar

M.Taufik, S.Pd.i

Penulis Kolom

33 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Idul Fitri: Momentum Penyucian Hati dan Penguatan Takwa



Rabu , 18 Maret 2026



Telah dibaca :  60

اللهُ أَكْبَرُ٣) اللهُ أَكْبَرُ٣) اللهُ أَكْبَرُ٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لاَإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلاَّ إِيّاَهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الكاَفِرُوْنَ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَرَّمَ الصِّياَمَ أَيّاَمَ الأَعْياَدِ ضِيَافَةً لِعِباَدِهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الجَنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّـدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنَ أَمَّا بَعْدُ، فَيَآ أَيُّهَا المُؤْمِنُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَاتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قال الله تعالى : وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Ma’asyiral Muslimin, sidang shola ied rahimakumullah.

Puji Syukur kehadirat allah, atas nikmat dan karunia, serta kemenangan akbar yang telah diraih kaum Muslimin, mukminin, setelah sebulan penuh berperang melawan hawa nafsu, (……اْلحَمْدُ اللهُ ), sholawat dan salam (. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ) degnan bersyukur kepada allah mudah2an kita digolongkan kepada orang-orang yang Syukur nikmat, bersholawat kepada Rasulullah, mudah2an kita mendapatkan syafaat fi yaumil mahsyar, amin—ya rbabal alamin,

Selanjutny mari kita Bersama-sama untuk meningkatkan iman dan takwa kepada allah, swt, Sebagai bentuk perwujudan kehambaan kita kepada allah, kita laksanakan perintah dan meninggalkan larangan, sebagai salah satu bukti keimanan kita, pada hari kita rayakan kemenagan di hari yang fitri mengantarkan diri Kembali bersih dan suci.

Idul Fitri yang saat ini sedang kita rayakan bukanlah sekadar perayaan belaka. Idul Fitri adalah momentum renungan bagi kita dan menjadi penanda apakah Ramadhan benar-benar berhasil mendidik spiritualitas kita atau berlalu begitu saja tanpa ada bekasnya.

اللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ

Selama satu bulan penuh kita dilatih untuk menahan lapar dan dahaga. Kita belajar menahan amarah, menahan ego, dan menahan hawa nafsu yang membara. Namun sejatinya, keberhasilan puasa tidak hanya terlihat dari seberapa kuat kita menahan lapar dan dahaga. Namun dari seberapa besar perubahan sikap kita setelah Ramadhan berlalu meninggalkan kita. Tanda keberhasilan Ramadhan di Idul Fitri yang mulia ini adalah ketika kita semakin mampu menahan diri, semakin memiliki empati, terutama kepada mereka yang hidup dalam kesulitan dan kekurangan. Ramadhan seharusnya melahirkan pribadi yang lebih peduli, memiliki kelembutan hati, dan Amanah terhadap segala titipan dari allah,

Yang dititipi harta saling berbagilah, yang dititipi Kesehatan, semoga bermanfaat, yang dititipi jabatan pemipin, bertanggung jawab dan Amanah,

أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Ketahuilah setiap kalian Adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpin (HR.Bukhori)

للهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ

Kauam Muslimin sidang sholat ied rahimakumullah,

Puasa sebulan lamanya, telah kita tinggalkan menuju kemenagan yang hakiki, idul fitri mari kita isi dengan kemenangan untuk menuju fitrah diri yang sejati, tentu akan melahirkan setidak nya 5 hikmah dalam kehidupan. Yang pertama : idul fitri, untuk kita Kembali kepada kesucian hati, mengajarkan bahwa manusia pada hakikatnya ingin kembali bersih dari dosa. Setelah Ramadan, kita diharapkan menjadi pribadi yang lebih baik—hati yang lembut, pikiran yang jernih, dan perilaku yang lebih terjaga. Maka stiap amalan ibadah kita selama ramadahan tentu harus kita tingkatkan untuk mempertajam iman dan melatih diri untuk bertahan dalam ketakwaan, sehingga segala dosa kita di ampunai oleh allah SWT,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, dengan keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah, maka dosa masa lalunya akan diampuni.

Kemudian yang kedua: meningkatkan ketakwaan kepada allah. Pada hakikatnya memang selama Ramadhan kita telah padukan antara perintah Shiam dan shoum untuk meraih takwa disisi allah, sebagai tujuan utama perintah tersebut, لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ  maka keberhasilan ramadahan bukan dilihat dari seberapa besar dan banyak nya ia beribadah kepada allah, melainkan keberhasilan ramadahan dilihat seberapa besar ia mampu bertahan dan menigkatkan amaliah nya selama Ramadhan, dan bisa berlanjut pada bulan-bulan berikutnya.

اللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ   Kauam Muslimin sidang sholat ied rahimakumullah

Kemudian hikmah ke tiga yang bisa kita petik di bulan syawwal (idul fitri ini ) Adalah : penting nya saling maaf memaafkan, Idul Fitri bukanlah sekadar hari untuk mengenakan pakaian terbaik, bukan pula hanya tentang hidangan yang berlimpah. Idul Fitri adalah tentang hati—apakah hati ini telah benar-benar kembali bersih?

Betapa banyak di antara kita yang mungkin masih menyimpan luka, dendam, atau kesalahan yang belum dimaafkan. Padahal Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita bahwa kemuliaan seorang hamba terletak pada kemampuannya memaafkan, hal ini juga allah tegas kan didalam Al qur’an وَلْيَعْفُوْا وَلْيَصْفَحُوْاۗ  “Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada” pada Hari yang mulia ini, mari kita tundukkan ego kita. lapangkan dada kita, ulurkan tangan kita untuk saling memaafkan, anatara anak dan orang tua, istri dan suami, sanak saudara, jiran tetagga, ketahuilah tidak ada hal yang terbaik bisa kita lakukan kecuali kita mampu berjabat tangan, kemaafan dipinta, ampunan kita raih,  Karena bisa jadi, kemenangan sejati bukanlah ketika kita selesai berpuasa, tetapi ketika kita mampu mengalahkan diri kita sendiri.

اللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ  Kauam Muslimin sidang sholat ied rahimakumullah

Selanjutnya hikmah yang Ke Empat Mensyukuri Nikmat allah, Syukur dengan makna yang lebih luas, tidak hanya diucapkan dalam bentuk perkataan saja, melainkan kita buktikan dengan perbuatan yang nyata, diwal hari yang syahdu ini kita kumadangkan kalimat suci, takbir, tahmid dan tahlih membahana diseluruh pelosok dunia, Langkah kaki dan ayunan tangan, talah menjadi saksi rasa Syukur kita kepada allah, saat ini yang jauh dirantau, telah pun Kembali kekampung halaman, anak yang jauh disana telah pun Kembali kepangkuan kedua orang tua, itu semu kita wujudkan sebagai bentuk rasa Syukur atas kemanengan akbar yang diraih oleh orang-orang yang beriman,    لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Kauam Muslimin sidang sholat ied rahimakumullah

Kemudian yang ke lima hikmah dari pada idul fitri Adalah Menguatkan Silaturahmi, Silaturahmi bukan sekadar tradisi berkunjung atau berjabat tangan saat hari raya. Ia adalah ibadah hati—usaha menyambung kembali yang sempat terputus, melembutkan yang sempat mengeras, dan mendekatkan yang sempat menjauh.

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.”

Jamaah yang dimuliyakan allah, makna silaturahmi jauh lebih dalam,  dari sekadar keberkahan rezeki dan umur, diantaranya Adalah menyembuhkan luka yang tidak terlihat, membersihkan hati dari beban, membuka pintu rezki Yang tidak terduga, serta menguatkan rasa kemanusiaan dan sebagai bukti kedewasaan iman,

Mudah2an ke lima hikmah idul fitri ini mampu memberikan refleksi diri untuk senantiasa kita berbenah, berpacu dalam kebaikan, mempertajam iman dalam ketakwaan dan tentunya meningkatkan kualitas amaliah ibadah kita kepada allah SWt, sebagai buah dari Ramadhan kita yang membekas dalam kehidupan…..

جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْنَ



Download File

Penulis : M.Taufik, S.Pd.i


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Tradisi Membaca dalam Islam
31 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   4

Hidup Penuh dengan Kedamaian
30 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   2

Etika Berbicara di Media Sosial
29 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   2

Kurban: Jalan Menuju Ketakwaan dan Kepedulian
26 Mei 2026   Oleh : Khairan Efendi   9

5 Esensi Bulan Suci Ramadhan
27 Februari 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   30

   Berita Popular

Bisa Sang Mawar Berduri
Rabu , 05 Maret 2025      1560


Cahaya dari Lantai Pesantren
Minggu , 14 Desember 2025      1127


Pelita Diujung desa
Selasa , 02 Desember 2025      968


Malam Pertama di Bulan Suci.
Sabtu , 01 Maret 2025      954