Avatar

Khairan Efendi

Penulis Kolom

50 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

PGRI BERSYIAR DENGAN AL-QUR’AN Dari Guru, Menanamkan Cinta Al-Qur’an untuk Generasi Riau



Rabu , 23 September 2026



Telah dibaca :  220

PGRI BERSYIAR DENGAN AL-QUR’AN

Dari Guru, Menanamkan Cinta Al-Qur’an untuk Generasi Riau

Ada suasana yang indah ketika para guru berkumpul dan suara Al-Qur’an menggema. Bukan hanya karena merdunya bacaan, tetapi karena yang membacanya adalah para pendidik yang setiap hari berada di tengah anak-anak dan generasi penerus bangsa.

Saat ini, PGRI Provinsi Riau melaksanakan MTQ Guru Sekolah Provinsi Riau di Kabupaten Siak. Kegiatan ini menjadi sebuah momentum yang baik untuk mengingatkan kita bahwa guru tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada peserta didik.

MTQ ini memang sebuah perlombaan. Ada yang tampil, ada yang dinilai, dan ada yang menjadi juara. Tetapi di balik itu semua ada sesuatu yang jauh lebih penting, yaitu syiar Al-Qur’an.

Al-Qur’an Bukan Hanya untuk Dibaca Al-Qur’an adalah petunjuk hidup.

Allah SWT berfirman:

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 2)

Kita membaca Al-Qur’an tentu sangat baik. Tetapi akan lebih indah jika apa yang kita baca juga kita amalkan dalam kehidupan.

Kalau Al-Qur’an mengajarkan kejujuran, mari kita jujur. Kalau Al-Qur’an mengajarkan kasih sayang, mari kita saling menyayangi. Kalau Al-Qur’an mengajarkan kesabaran, mari kita belajar bersabar. Kalau Al-Qur’an mengajarkan menghormati orang lain, mari kita menghormati sesama.Inilah yang seharusnya kita bawa dari kegiatan MTQ ini.

Guru Adalah Contoh bagi Murid

Seorang guru mungkin tidak menyadari bahwa dirinya selalu diperhatikan oleh murid. Cara guru berbicara diperhatikan. Cara guru bersikap diperhatikan. 

Cara guru menyelesaikan masalah diperhatikan. Bahkan cara guru memperlakukan orang lain pun diperhatikan. Karena itu, guru sebenarnya sedang mengajarkan sesuatu setiap hari, bahkan ketika tidak sedang berdiri di depan papan tulis.

Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa keteladanan sangat penting dalam pendidikan. Murid mungkin lupa dengan materi pelajaran yang pernah kita sampaikan. Tetapi mereka bisa mengingat guru yang pernah memberikan contoh kebaikan kepada mereka.

Syiar Al-Qur’an Dimulai dari Hal Kecil

Untuk bersyiar dengan Al-Qur’an, kita tidak harus menunggu menjadi seorang qari atau qariah. Tidak harus menunggu memiliki suara yang merdu. Tidak harus menunggu ada acara besar. Syiar Al-Qur’an bisa dimulai dari sekolah. Mulai dengan membaca Al-Qur’an sebelum belajar. Mengajak anak menghafal surah-surah pendek. Mengajarkan arti dan pesan sederhana dari ayat yang dibaca. Membiasakan anak berdoa. Mengajarkan kejujuran. Mengajarkan sopan santun. Mengajarkan menghormati orang tua dan guru.

Hal-hal sederhana seperti itu sebenarnya sangat besar nilainya dalam membentuk karakter anak.

Guru Mengajar dengan Ilmu, Mendidik dengan Hati

Kita semua tentu ingin melihat anak-anak Riau berhasil. Kita ingin mereka pintar. Kita ingin mereka berprestasi. Kita ingin mereka mampu bersaing dengan perkembangan zaman. Tetapi jangan sampai kita lupa satu hal: kepintaran harus berjalan bersama akhlak.

Apa artinya anak pintar jika tidak menghormati orang tua?

Apa artinya memiliki banyak ilmu jika tidak bisa menghargai orang lain?

Apa artinya memiliki prestasi jika tidak memiliki kejujuran?

Karena itu, pendidikan harus membentuk manusia yang utuh.

Allah SWT berfirman:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)

Iman dan ilmu harus berjalan bersama.

Dari Siak untuk Riau

Kabupaten Siak hari ini menjadi tempat berkumpulnya para guru dari berbagai daerah di Provinsi Riau.

Ada yang datang untuk mengikuti perlombaan. Ada yang datang untuk memberikan dukungan. Ada yang datang untuk bersilaturahmi.

Namun semuanya dipertemukan oleh satu hal: Al-Qur’an.

Semoga dari Siak ini lahir semangat baru untuk membawa Al-Qur’an ke sekolah-sekolah.

Bukan hanya dibaca ketika ada perlombaan.

Bukan hanya dibaca ketika ada acara keagamaan.

Tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Karena anak-anak kita tidak hanya membutuhkan guru yang pintar mengajar. Mereka juga membutuhkan guru yang bisa menjadi contoh dalam kehidupan.

Jangan Berhenti Setelah MTQ Selesai

Ketika perlombaan selesai, piala mungkin akan dibawa pulang.

Nama para juara mungkin akan diumumkan.

Tetapi semangat Al-Qur’an jangan sampai ikut berhenti.

Justru setelah kembali ke sekolah masing-masing, semangat itu harus terus hidup.

Mari kita mulai dari diri sendiri.

Guru membaca Al-Qur’an, murid ikut membaca.

Guru mencintai Al-Qur’an, murid belajar mencintainya.

Guru menjaga akhlak, murid belajar menjaga akhlaknya.

Inilah syiar yang sederhana, tetapi insyaallah memiliki dampak yang panjang.

MTQ Guru Sekolah PGRI Provinsi Riau di Kabupaten Siak bukan hanya tentang mencari siapa yang terbaik dalam perlombaan.

Lebih dari itu, ini adalah kesempatan untuk kembali mengingat bahwa Al-Qur’an harus selalu dekat dengan kehidupan seorang guru.

Mari kita membaca Al-Qur’an. Mari kita memahami maknanya. Mari kita mengamalkannya. Dan mari kita ajarkan nilai-nilainya kepada anak-anak kita.

Karena guru hari ini sedang mendidik generasi yang akan menentukan wajah Riau di masa depan.

Semoga dari tangan para guru lahir generasi yang cerdas pikirannya, baik akhlaknya, kuat imannya, dan luas manfaatnya.

PGRI bersyiar dengan Al-Qur’an. 

Dari Siak untuk Riau.

Dari guru untuk generasi.

Bersama Al-Qur’an menuju masa depan yang lebih baik.



Penulis : Khairan Efendi


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Ngopi bersama pak H. syafii
24 September 2026   Oleh : Khairan Efendi   190

Diantara Titipan Dan Warisan.
12 September 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   182

Belajar Bersama Lebah dan Semut
15 Agustus 2026   Oleh : Khairan Efendi   280

Dari Sudut Makam, Saya Menemukan Wajah Kemerdekaan
12 Agustus 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   294

   Berita Popular

Bisa Sang Mawar Berduri
Rabu , 05 Maret 2025      1622


Cahaya dari Lantai Pesantren
Minggu , 14 Desember 2025      1209


Pelita Diujung desa
Selasa , 02 Desember 2025      1035


Malam Pertama di Bulan Suci.
Sabtu , 01 Maret 2025      981