Avatar

Khairan Efendi

Penulis Kolom

44 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Balai Adat Terjaga: Penerbit Wardah Diresmikan



Minggu , 28 Desember 2025



Telah dibaca :  352

Balai Adat Terjaga: Penerbit Warkah Diresmikan
Alhamdulillah dapat undangan untuk menghadiri acara peresmian penerbit Warkah Balai Adat Melayu Riau Kabupaten Kepulauan Meranti selepas salat Isya, langkah-langkah para pengurus LAMR dan para undangan melangkahkan kaki menuju dan mengarah ke satu tempat yang sangat bermakna: balai adat. Seusai menunaikan kewajiban kepada Allah, manusia kembali melangkah untuk menunaikan tanggung jawab sosial dan peradaban. Lampu-lampu menyala lembut, menerangi bangunan kayu yang telah lama menjadi saksi musyawarah, petuah, dan nilai luhur masyarakat. Balai adat berdiri bukan hanya sebagai bangunan, tetapi sebagai simbol amanah yang harus dijaga. Pembawa acara mulai melaksanakan tugasnya sebagai pemandu jalannya acara tersebut sebagai orang beragama tentulah acara dimulai dengan doa pembuka. Seluruh hadirin menundukkan kepala, tangan terangkat, dan hati dipautkan kepada Allah SWT. Doa dipanjatkan agar peresmian Penerbit Warkah menjadi amal saleh dan sarana kebaikan. Islam mengajarkan bahwa setiap urusan yang tidak diawali dengan mengingat Allah akan kehilangan keberkahannya. Karena itu, doa menjadi fondasi utama malam yang penuh harap ini.
Suasana balai adat terasa hangat dan khidmat. Para tetua adat, ulama, pendidik, penulis, dan generasi muda duduk berdampingan tanpa sekat. Inilah wujud nyata dari nilai musyawarah yang sangat dijunjung dalam Islam. Allah berfirman: “Dan urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah di antara mereka.” (QS. Asy-Syura: 38) Balai adat malam itu menjelma menjadi ruang dakwah yang hidup tempat adat dan Islam saling menguatkan, bukan saling meniadakan. Peresmian Penerbit Warkah bukan sekadar peluncuran lembaga penerbitan, melainkan ikhtiar dakwah bil qalam dakwah melalui tulisan. Allah SWT bersumpah dengan pena dalam firman-Nya: “Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan.”(QS. Al-Qalam: 1) Ayat ini menjadi pengingat bahwa tulisan memiliki kedudukan mulia dalam Islam. Melalui Penerbit Warkah, nilai adat, pesan ulama, dan kearifan lokal didokumentasikan agar tidak hilang oleh waktu. Warkah-warkah yang lahir diharapkan menjadi cahaya ilmu, bukan bara perpecahan. Dalam salah satu sambutan, disampaikan bahwa adat yang terjaga adalah adat yang selaras dengan tauhid. Nilai sopan santun, kejujuran, keadilan, dan penghormatan terhadap sesama telah lama hidup dalam balai adat, sejalan dengan akhlak Rasulullah ﷺ. Beliau bersabda:
Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad) Penerbit Warkah hadir untuk merawat akhlak itu melalui tulisan menjadikan kata sebagai jalan dakwah, bukan alat melukai. Malam semakin larut, namun pesan dakwah semakin menguat. Hadirin diingatkan bahwa menulis adalah amal jariyah. Rasulullah ﷺ bersabda: Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang saleh.” (HR. Muslim) Tulisan yang bermanfaat adalah ilmu yang terus hidup, bahkan ketika penulisnya telah tiada. Dari balai adat inilah diharapkan lahir karya-karya yang menguatkan iman, menenangkan hati, dan menuntun masyarakat pada kebaikan. Generasi muda menjadi perhatian utama malam itu. Mereka diajak untuk mencintai tradisi tanpa meninggalkan syariat, dan mencintai Islam tanpa tercerabut dari akar budaya. Balai adat hendaknya menjadi ruang belajar adab sebelum ilmu, sebagaimana para ulama dahulu mendahulukan akhlak sebelum pengetahuan. Penerbit Warkah menjadi penjaga kebenaran di tengah derasnya arus informasi, menjadi penyejuk di tengah perbedaan, dan menjadi penguat ukhuwah. Allah SWT berfirman: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa.” (QS. Al-Ma’idah: 2) Akhirnya, acara ditutup dengan penuh syukur. Seluruh hadirin berdiri, saling merapat, dan mengabadikan momen dengan foto bersama di balai adat. Foto itu menjadi saksi bahwa pada sebuah malam selepas Isya, telah lahir ikhtiar mulia: balai adat terjaga, dakwah ditegakkan, dan Penerbit Warkah diresmikan sebagai jalan kebaikan melalui pena.
Semoga bermanfaat 



Penulis : Khairan Efendi


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


Avatar

ISKANDAR,S.Ag

Semoga apa yang dilaksanakan sesuai dengan harapan dan mendapat ridho dari Allah SWT...

   Berita Terkait

APBN, APBD DAN KURBAN
30 Mei 2026   Oleh : Prof. Dr. H. Ilyas Husti. MA   23

Hari Tasyriq Terakhir: Saat Ritual Berakhir, Misi Dimulai
30 Mei 2026   Oleh : Dr.H.Mawardi M.Saleh,Lc.,MA   31

Kurban dari Baitul Māl
29 Mei 2026   Oleh : Dr.H.Mawardi M.Saleh,Lc.,MA   7

Panen Raya Pahala: Di Bulan Dzulhijjah
19 Mei 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   22

Guru PAUD, Pelukis Masa Depan dengan Cinta dan Ketulusan
09 Mei 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   389

   Berita Popular

Bisa Sang Mawar Berduri
Rabu , 05 Maret 2025      1560


Cahaya dari Lantai Pesantren
Minggu , 14 Desember 2025      1128


Pelita Diujung desa
Selasa , 02 Desember 2025      971


Malam Pertama di Bulan Suci.
Sabtu , 01 Maret 2025      954