Avatar

Muhtaruddin,M.Pd.I

Penulis Kolom

63 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Berkatalah dengan Benar: Perspektif Islam



Rabu , 14 Januari 2026



Telah dibaca :  77

Berkatalah dengan Benar; Perspektif Islam

 


 

            Berkomunikasi adalah kata kunci dalam berinteraksi dengan orang lain. Salah satu aspek terpenting dalam berkomunikasi adalah kata-kata. Kata kata memiliki kekuatan untuk memengaruhi, memotivasi, dan bahkan menyakiti orang lain. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk berkatalah dengan benar. Berkata dengan benar berarti menggunakan kata-kata yang tepat,sopan, dan tidak menyakiti orang lain. Ini tidak hanya tentang apa yang kita katakana, tetapi juga tentang bagaiamana kita mengatakannya. Kata-kata yang kita gunakan dapat memengaruhi suasana hati dan perasaan orang lain.

            Dalam buku The Power of Word, karya Yoder-Wise ( Journal of Nursing Administration, 45 (1), hal. 5-6, tahun 2015), mengatakan bahwa: kata-kata memiliki kekuatan untuk memengaruhi orang lain. Kata-kata yang positif dapat memotivasi dan meningkatkan kepercayaan diri orang lain, sedangkan kata-kata yang negatif dapat menyakiti dan merusak hubungan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali tidak sadar bahwa kata-kata kita dapat memengaruhi orang lain. Kita mungkin tidak bermaksud untuk menyakiti, tetapi kata-kata kita dapat memiliki dampak yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk berhati-hati dalam menggunakan kata-kata.

            Berkata dengan benar berarti menggunakan kata-kata yang tepat dalam konteks yang tepat. Ini berarti kita harus memahami audiens dan situasi sebelum kita berbicara kata-kata yang tepat dalam satu situasi mungkin tidak tepat dalam situasi lain. Dalam era digital saat ini, kata-kata kita dapat dengan mudah disebarkan melalui media sosial dan internet. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk berhati-hati dalam menggunakan kata-kata di media sosial. Kata-kata yang kita gunakan dapat memengaruhi reputasi kita dan orang lain.

            Dalam perspektif Islam, Allah berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah  dan katakanalah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu  dan mengampuni dosa-dosamu. Barang siapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang benar (QS. Al-Ahzab 33: 70-71).

            Setiap manusia memiliki kemampuan berbicara yang berbeda, lewat berbicara ada informasi yang ingin kita sampaikan kepada orang lain. Namun Islam memeberi sinyal agar berhati-hati menggunakan lisan untuk berbicara, yakni dengan berkata yang benar. Dengan berbicar kita telah menyampaikan sebuah informasi, apakah informasi itu menyangkut diri kita, orang lain, atau informasi lainnya. Lewat bicara kita membangun komunikasi kepada orang lain.

            Bicara adalah salah satu aspek yang paling jelas memberi gambaran nyata pada kita tentang seseorang. Dari bicara kita bisa menemukan salah satu aspek yang memberi gambaran umum tentang seseorang yang ada dihadapan kita. Karena itu berkatalah dengan benar. Dari Abdullah bin Umar ra, Rasulullah saw bersabda: “ Almuslimu man salimal muslimuna min lisanihi wayadihi”. Yang artinya: Seorang muslim adalah seseorang yang orang muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya. (HR.Bukhari no. 10). Begitu pentingnya berkata benar bagi manusia sehingga setiap kita bicara ada dua malaikat yang menyaksikan: tidaklah seseorang mengucapkan sesuatu kata-kata kecuali disisinya ada Raqib dan Atid. Sesuai dengan firman Allah yang berbunyi: “idzyatalaqqol mutalaqqiyani nganil yamini wa nganissimali qongidu. Mayalfizu min qaulin illa ladaihi roqibun ngatid. ” Yang artinya Ingatlah ketida dua malaikat yang ditugaskan mencatat amal setiap amal manusia saling bertemu. Yang satu berada di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kirinya. Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya Raqib dan Atid  (QS. Qaaf 50 : 18 – 18).

            Dengan ucapan kata-kata yang santun dan benar maka orang lain akan berfikir dan menilai bahwa kita adalah orang yang berakhlak baik. Allah berfirman: Walladzina yukzunal mukminina wal mukminati bighoiri maktasabu faqodih tamale buhtanan wa isman mubinaa. Artinya: Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang nereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata”. (QS. Al-Ahzab 33: 58).

            Firman Allah tersebut di atas selaras dengan suatu hadis Rasul yabg artinya :”sesungguhnya Allah meridhai kalian pada tiga perkara dan membenci kalian pada tiga pula. Allah meridhai kalian bila kalian hanya menyembah Allah semata dan tidak mempersekutukannya serta berpegang teguh pada tali agama Allah seluruhnya dan janganlah kalian berpecah belah. Dan Allah membenci kalian bila kalian suka qila wa qala (berkata tanpa berdasar), bayanyak bertanya (yang tidak berfaedah) serta menyia-nyiakan harta”. (HR. Muslim hafdis no 1715).

            Maka dengan itulah Umar bin Khattab mohon petunjuk dan kekuatan kepada Allah swt dengan doa yang bernyi sebagai berikut: Allahumma arinal haqqa haqqa warzuqnattibangah. Waarinal batila batilan warzuqnajtinabah, wala tajngalhu multabisan ngalaina fanadilan, wajngalna lilmuttaqina imamaa. Yang artinya: Ya Allah, tunjukkanlah kami kebenaran itu sebagai kebenaran dan rezekikan kami untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah kami kebatilan itu sebagai kebatilan dan rezekikanlah  kami untuk  menjauhinya dan janganlah Kamu jadikannya keliru atas kami yang menyebabkan kami menyimpang dari kebenaran dan jadikanlah bagi kami orang yang bertakwa sebagai pemimpin”.

            Sungguh berkata-kata merupakan cermin diri, sebagaimana bicara, bahasa lisan diekspresikan nada bicara dan gerak tubuh, karena itu menunjukkan akhlak diri kita yang baik.

 

 

 



Penulis : Muhtaruddin,M.Pd.I


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

APBN, APBD DAN KURBAN
30 Mei 2026   Oleh : Prof. Dr. H. Ilyas Husti. MA   24

Hari Tasyriq Terakhir: Saat Ritual Berakhir, Misi Dimulai
30 Mei 2026   Oleh : Dr.H.Mawardi M.Saleh,Lc.,MA   32

Kurban dari Baitul Māl
29 Mei 2026   Oleh : Dr.H.Mawardi M.Saleh,Lc.,MA   9

Panen Raya Pahala: Di Bulan Dzulhijjah
19 Mei 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   24

Guru PAUD, Pelukis Masa Depan dengan Cinta dan Ketulusan
09 Mei 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   389

   Berita Popular

Bisa Sang Mawar Berduri
Rabu , 05 Maret 2025      1560


Cahaya dari Lantai Pesantren
Minggu , 14 Desember 2025      1133


Pelita Diujung desa
Selasa , 02 Desember 2025      971


Malam Pertama di Bulan Suci.
Sabtu , 01 Maret 2025      954