
Berkatalah
dengan Benar; Perspektif Islam
Berkomunikasi
adalah kata kunci dalam berinteraksi dengan orang lain. Salah satu aspek
terpenting dalam berkomunikasi adalah kata-kata. Kata kata memiliki kekuatan
untuk memengaruhi, memotivasi, dan bahkan menyakiti orang lain. Oleh karena
itu, penting bagi kita untuk berkatalah dengan benar. Berkata dengan benar
berarti menggunakan kata-kata yang tepat,sopan, dan tidak menyakiti orang lain.
Ini tidak hanya tentang apa yang kita katakana, tetapi juga tentang bagaiamana
kita mengatakannya. Kata-kata yang kita gunakan dapat memengaruhi suasana hati
dan perasaan orang lain.
Dalam
buku The
Power of Word, karya Yoder-Wise (
Journal of Nursing Administration, 45 (1), hal. 5-6, tahun 2015), mengatakan
bahwa: kata-kata memiliki kekuatan untuk memengaruhi orang lain. Kata-kata yang
positif dapat memotivasi dan meningkatkan kepercayaan diri orang lain,
sedangkan kata-kata yang negatif dapat menyakiti dan merusak hubungan. Dalam
kehidupan sehari-hari, kita sering kali tidak sadar bahwa kata-kata kita dapat
memengaruhi orang lain. Kita mungkin tidak bermaksud untuk menyakiti, tetapi
kata-kata kita dapat memiliki dampak yang tidak diinginkan. Oleh karena itu,
penting bagi kita untuk berhati-hati dalam menggunakan kata-kata.
Berkata
dengan benar berarti menggunakan kata-kata yang tepat dalam konteks yang tepat.
Ini berarti kita harus memahami audiens dan situasi sebelum kita berbicara
kata-kata yang tepat dalam satu situasi mungkin tidak tepat dalam situasi lain.
Dalam era digital saat ini, kata-kata kita dapat dengan mudah disebarkan
melalui media sosial dan internet. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk
berhati-hati dalam menggunakan kata-kata di media sosial. Kata-kata yang kita
gunakan dapat memengaruhi reputasi kita dan orang lain.
Dalam
perspektif Islam, Allah berfirman : “Hai
orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanalah
perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki
amalan-amalanmu dan mengampuni
dosa-dosamu. Barang siapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia
telah mendapat kemenangan yang benar (QS. Al-Ahzab 33: 70-71).
Setiap
manusia memiliki kemampuan berbicara yang berbeda, lewat berbicara ada
informasi yang ingin kita sampaikan kepada orang lain. Namun Islam memeberi
sinyal agar berhati-hati menggunakan lisan untuk berbicara, yakni dengan
berkata yang benar. Dengan berbicar kita telah menyampaikan sebuah informasi,
apakah informasi itu menyangkut diri kita, orang lain, atau informasi lainnya.
Lewat bicara kita membangun komunikasi kepada orang lain.
Bicara
adalah salah satu aspek yang paling jelas memberi gambaran nyata pada kita
tentang seseorang. Dari bicara kita bisa menemukan salah satu aspek yang
memberi gambaran umum tentang seseorang yang ada dihadapan kita. Karena itu
berkatalah dengan benar. Dari Abdullah bin Umar ra, Rasulullah saw bersabda: “ Almuslimu man salimal muslimuna min lisanihi
wayadihi”. Yang artinya: Seorang muslim adalah seseorang yang orang muslim
lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya. (HR.Bukhari no. 10). Begitu
pentingnya berkata benar bagi manusia sehingga setiap kita bicara ada dua
malaikat yang menyaksikan: tidaklah seseorang mengucapkan sesuatu kata-kata
kecuali disisinya ada Raqib dan Atid. Sesuai dengan firman Allah yang berbunyi:
“idzyatalaqqol mutalaqqiyani nganil
yamini wa nganissimali qongidu. Mayalfizu min qaulin illa ladaihi roqibun
ngatid. ” Yang artinya Ingatlah ketida dua malaikat yang ditugaskan
mencatat amal setiap amal manusia saling bertemu. Yang satu berada di sebelah
kanan dan yang lain duduk di sebelah kirinya. Tidak ada suatu kata yang
diucapkannya melainkan ada di sisinya Raqib dan Atid (QS. Qaaf 50 : 18 – 18).
Dengan
ucapan kata-kata yang santun dan benar maka orang lain akan berfikir dan
menilai bahwa kita adalah orang yang berakhlak baik. Allah berfirman: Walladzina yukzunal mukminina wal mukminati
bighoiri maktasabu faqodih tamale buhtanan wa isman mubinaa. Artinya: Dan
orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang
nereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang
nyata”. (QS. Al-Ahzab 33: 58).
Firman
Allah tersebut di atas selaras dengan suatu hadis Rasul yabg artinya
:”sesungguhnya Allah meridhai kalian pada tiga perkara dan membenci kalian pada
tiga pula. Allah meridhai kalian bila kalian hanya menyembah Allah semata dan
tidak mempersekutukannya serta berpegang teguh pada tali agama Allah seluruhnya
dan janganlah kalian berpecah belah. Dan Allah membenci kalian bila kalian suka
qila wa qala (berkata tanpa berdasar), bayanyak bertanya (yang tidak berfaedah)
serta menyia-nyiakan harta”. (HR. Muslim hafdis no 1715).
Maka
dengan itulah Umar bin Khattab mohon petunjuk dan kekuatan kepada Allah swt
dengan doa yang bernyi sebagai berikut: Allahumma
arinal haqqa haqqa warzuqnattibangah. Waarinal batila batilan warzuqnajtinabah,
wala tajngalhu multabisan ngalaina fanadilan, wajngalna lilmuttaqina imamaa.
Yang artinya: Ya Allah, tunjukkanlah kami kebenaran itu sebagai kebenaran dan
rezekikan kami untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah kami kebatilan itu sebagai
kebatilan dan rezekikanlah kami untuk menjauhinya dan janganlah Kamu jadikannya
keliru atas kami yang menyebabkan kami menyimpang dari kebenaran dan jadikanlah
bagi kami orang yang bertakwa sebagai pemimpin”.
Sungguh
berkata-kata merupakan cermin diri, sebagaimana bicara, bahasa lisan
diekspresikan nada bicara dan gerak tubuh, karena itu menunjukkan akhlak diri kita
yang baik.
Penulis : Muhtaruddin,M.Pd.I
APBN, APBD DAN KURBAN
30 Mei 2026   Oleh : Prof. Dr. H. Ilyas Husti. MA   24
Hari Tasyriq Terakhir: Saat Ritual Berakhir, Misi Dimulai
30 Mei 2026   Oleh : Dr.H.Mawardi M.Saleh,Lc.,MA   32
Kurban dari Baitul Māl
29 Mei 2026   Oleh : Dr.H.Mawardi M.Saleh,Lc.,MA   9
Panen Raya Pahala: Di Bulan Dzulhijjah
19 Mei 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   24
Guru PAUD, Pelukis Masa Depan dengan Cinta dan Ketulusan
09 Mei 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   389
Bisa Sang Mawar Berduri
Rabu , 05 Maret 2025      1560
Golongan Orang Yang dirindui Surga Bagian I (Bang Herman Sang Ojol Sholeh).
Senin , 12 Mei 2025      1267
Cahaya dari Lantai Pesantren
Minggu , 14 Desember 2025      1133
Pelita Diujung desa
Selasa , 02 Desember 2025      971
Malam Pertama di Bulan Suci.
Sabtu , 01 Maret 2025      954