
إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمَاً نُطْفَةً
"Sesungguhnya salah
seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya selama
empat puluh hari dalam bentuk nuthfah (air mani)."
Potongan Hadis ini
mengajarkan kepada kita bahwa kehidupan manusia dimulai melalui proses yang
telah Allah tetapkan dengan penuh hikmah. Tidak ada satu manusia pun yang
tercipta secara kebetulan. Sejak berada di dalam rahim seorang ibu, Allah telah
mengatur setiap tahap penciptaan manusia dengan sangat teliti dan sempurna. Kata
nuthfah menggambarkan fase awal penciptaan manusia, yaitu dari setetes air yang
tampak sangat kecil dan lemah. Namun dari sesuatu yang kecil itulah Allah
menciptakan manusia yang kelak dapat tumbuh, belajar, berpikir, dan menjalani
kehidupan di dunia. Ini menunjukkan betapa besar kekuasaan Allah, yang mampu
menciptakan sesuatu yang luar biasa dari sesuatu yang tampak sederhana.
Hadis ini juga mengingatkan
manusia agar tidak sombong. Sebesar apa pun kedudukan, ilmu, harta, dan jabatan
seseorang, pada hakikatnya manusia berasal dari sesuatu yang sangat kecil.
Kesadaran ini seharusnya melahirkan rasa rendah hati, syukur, dan semakin dekat
kepada Allah. Dalam kesempatan kali ini saya akan mengajak para pembaca meluangkan
waktu sejenak untuk merenungkan betapa lemah dan kerdil kita, sejak awal Ketika
allah menempatkan nuthfah didalam Rahim kondisii kita hanya setetes air (Mani),
disanalah kita mulai ditempa untuk berjuang melanjutkan perjalanan Panjang,
yang melalui beberapa alam (fase) perjalanan.
1. Alam pertama yang dilalui manusia Adalah alam Azali” alam Dimana
manusia diciptakan oleh allah, sekaligus alam Dimana Ketika manusia ditentukan takdir
baik dan buruk nya, terkait dengan ala mini manusia telah ditentukan ajal atau
kematian nya, rezki, dan perjodohan atau pasangan hidupnya, Alam pertama yang
dilalui manusia adalah alam azali, yaitu alam ketika manusia berada dalam
pengetahuan dan ketetapan Allah sebelum hadir ke dunia. Pada fase ini, manusia
belum menjalani kehidupan seperti sekarang, namun Allah Yang Maha Mengetahui
telah mengetahui seluruh perjalanan hidup hamba-Nya. Dialah yang menciptakan
manusia dan menetapkan segala sesuatu dengan ilmu, hikmah, dan keadilan-Nya.
Di alam inilah manusia
memahami bahwa kehidupan yang dijalani di dunia bukanlah sesuatu yang terjadi
secara kebetulan. Allah telah menetapkan berbagai perkara yang akan menyertai
perjalanan seorang manusia, seperti ajal atau batas akhir kehidupannya, rezeki
yang akan diperoleh, serta pasangan hidup yang kelak menjadi teman dalam
menjalani kehidupan. Semua itu berada dalam ilmu dan ketentuan Allah yang
sempurna.
Namun, memahami takdir bukan
berarti manusia hanya berdiam diri tanpa usaha. Justru Allah memerintahkan
manusia untuk terus berikhtiar, berdoa, bekerja, dan berusaha memperbaiki diri.
Manusia tidak mengetahui bagaimana takdir yang telah ditetapkan untuk dirinya,
karena itu tugas manusia adalah berusaha sebaik mungkin sambil bertawakal
kepada Allah. Kesadaran tentang adanya ketetapan Allah seharusnya membuat
manusia lebih tenang dalam menjalani kehidupan. Ketika rezeki terasa sempit,
manusia diajarkan untuk bersabar dan terus berusaha. Ketika jodoh belum datang,
manusia diajarkan untuk memperbaiki diri dan tidak berputus asa. Ketika
menghadapi musibah dan kesulitan, manusia diajarkan untuk yakin bahwa semua
telah berada dalam pengetahuan Allah Yang Maha Bijaksana. Karena itu, memahami
alam azali bukan sekadar membahas tentang awal penciptaan manusia, tetapi juga
mengajarkan bahwa kehidupan ini memiliki tujuan, aturan, dan ketetapan dari
Allah, sehingga manusia dapat menjalani hidup dengan penuh syukur, kesabaran, dan
keyakinan kepada-Nya.
2. Alam kedua yang dilalui manusia Adalah alam Rahim.di alam ini
tentu lebih menarik untuk kita salami lebih dalam, alam Dimana manusia mulai
menemuh perjalaan yang baru, Ketika manusia masih berupa janin, yang tersemunyi
didalam Rahim ibu, fase ini manusia belum merasakan sentuhan lebut dan kasih
sayang dari seorang ibu, namun meski demikan manusia sudah merasakan nyaman dan
tenang Ketika dilam Rahim, pada fase ini waktu manusia hanya diberi waktu lebih
kurang 120 hari atau empat bulan saja setelah itu manusia akan berpindah alam
atau fase berikut nya yang lebih seru dalam perjalananya, Jika dipikirkan, alam
rahim mengajarkan banyak pelajaran kepada kita. Dahulu kita pernah berada di
tempat yang sempit, gelap, dan tidak mampu melakukan apa pun sendiri, tetapi
Allah tetap mencukupi kebutuhan kita. Karena itu, ketika telah lahir ke dunia dan
tumbuh dewasa, seharusnya manusia semakin yakin bahwa Allah adalah sebaik-baik
penjaga dan pemberi rezeki. Alam rahim juga mengingatkan manusia bahwa setiap
perjalanan hidup memiliki tahapannya masing-masing. Tidak ada yang langsung
besar, tidak ada yang langsung sempurna, semuanya melalui proses. Sebagaimana
manusia tumbuh sedikit demi sedikit di dalam rahim, demikian pula kehidupan
mengajarkan bahwa kesabaran dan proses adalah bagian dari perjalanan menuju
tujuan yang lebih besa
3. Fase berukutnya yang dilalui manusia Adalah fase atau alam Ruh”
setelah beberapa waktu di alam Rahim, manusia kini berpindah kealam Ruh, Ketika
janin tersebut yang semua tidak bisa apa-apa kini telah di tiup kan ruh, sehingga
ada getaran atau Gerakan kecil didalam perut ibu yang sedang hami, pada waktu
ini betapa gembira dan riang nya hati seorang ibu karena telah merasakan Gerakan
kita didalam perutnya, belayan rasa kasih sayang yang tidak terhingga telah
kita rasakan denagan sempurna, selain dari kecukupan yang telah diberikan Allah,
ditambah lagi belayan lembut dan suara halus dari seorang ibu membuta kita
semakin nyaman dan tentram didalamnya, oleh sebab itulah allah telah menempatkan
kedudukan seorang ibu/orang tua dua Tingkat setelah-Nya, kewajiban untuk berbakti
selalu disandingakan antara berbakti kepada allah dan orang tua.dialam ini lah
manusia telah menjalin dialog dengan Allah SWT, terkait tentang kesepakan yang
telah dijalin menjadi sumber kelangsungan kehidupan ke alam berikutnya. Dialog itu
terjalin setelah ditiupkan Ruh kedalam janin.
…………..bersambung...
Penulis : M.Taufik, S.Pd.i
Persoalan Ideologi Sunni dan Syi'ah
01 Juni 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   3
Tamak dan Takut Mati
31 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   10
Yahudi dan Ketakutan akan Kematian
30 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   4
Ketika Iman Melahirkan Kepedulian
29 Mei 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   62
Wajah Asli Kaum Yahudi
29 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   2
Bisa Sang Mawar Berduri
Rabu , 05 Maret 2025      1559
Golongan Orang Yang dirindui Surga Bagian I (Bang Herman Sang Ojol Sholeh).
Senin , 12 Mei 2025      1255
Cahaya dari Lantai Pesantren
Minggu , 14 Desember 2025      1126
Pelita Diujung desa
Selasa , 02 Desember 2025      967
Malam Pertama di Bulan Suci.
Sabtu , 01 Maret 2025      953