Avatar

M.Taufik, S.Pd.i

Penulis Kolom

33 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Dari Setetes Air Menuju Kehidupan



Minggu , 31 Mei 2026



Telah dibaca :  116

إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمَاً نُطْفَةً

"Sesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk nuthfah (air mani)."

Potongan Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa kehidupan manusia dimulai melalui proses yang telah Allah tetapkan dengan penuh hikmah. Tidak ada satu manusia pun yang tercipta secara kebetulan. Sejak berada di dalam rahim seorang ibu, Allah telah mengatur setiap tahap penciptaan manusia dengan sangat teliti dan sempurna. Kata nuthfah menggambarkan fase awal penciptaan manusia, yaitu dari setetes air yang tampak sangat kecil dan lemah. Namun dari sesuatu yang kecil itulah Allah menciptakan manusia yang kelak dapat tumbuh, belajar, berpikir, dan menjalani kehidupan di dunia. Ini menunjukkan betapa besar kekuasaan Allah, yang mampu menciptakan sesuatu yang luar biasa dari sesuatu yang tampak sederhana.

Hadis ini juga mengingatkan manusia agar tidak sombong. Sebesar apa pun kedudukan, ilmu, harta, dan jabatan seseorang, pada hakikatnya manusia berasal dari sesuatu yang sangat kecil. Kesadaran ini seharusnya melahirkan rasa rendah hati, syukur, dan semakin dekat kepada Allah. Dalam kesempatan kali ini saya akan mengajak para pembaca meluangkan waktu sejenak untuk merenungkan betapa lemah dan kerdil kita, sejak awal Ketika allah menempatkan nuthfah didalam Rahim kondisii kita hanya setetes air (Mani), disanalah kita mulai ditempa untuk berjuang melanjutkan perjalanan Panjang, yang melalui beberapa alam (fase) perjalanan.

1.   Alam pertama yang dilalui manusia Adalah alam Azali” alam Dimana manusia diciptakan oleh allah, sekaligus alam Dimana Ketika manusia ditentukan takdir baik dan buruk nya, terkait dengan ala mini manusia telah ditentukan ajal atau kematian nya, rezki, dan perjodohan atau pasangan hidupnya, Alam pertama yang dilalui manusia adalah alam azali, yaitu alam ketika manusia berada dalam pengetahuan dan ketetapan Allah sebelum hadir ke dunia. Pada fase ini, manusia belum menjalani kehidupan seperti sekarang, namun Allah Yang Maha Mengetahui telah mengetahui seluruh perjalanan hidup hamba-Nya. Dialah yang menciptakan manusia dan menetapkan segala sesuatu dengan ilmu, hikmah, dan keadilan-Nya.

   Di alam inilah manusia memahami bahwa kehidupan yang dijalani di dunia bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Allah telah menetapkan berbagai perkara yang akan menyertai perjalanan seorang manusia, seperti ajal atau batas akhir kehidupannya, rezeki yang akan diperoleh, serta pasangan hidup yang kelak menjadi teman dalam menjalani kehidupan. Semua itu berada dalam ilmu dan ketentuan Allah yang sempurna.

Namun, memahami takdir bukan berarti manusia hanya berdiam diri tanpa usaha. Justru Allah memerintahkan manusia untuk terus berikhtiar, berdoa, bekerja, dan berusaha memperbaiki diri. Manusia tidak mengetahui bagaimana takdir yang telah ditetapkan untuk dirinya, karena itu tugas manusia adalah berusaha sebaik mungkin sambil bertawakal kepada Allah. Kesadaran tentang adanya ketetapan Allah seharusnya membuat manusia lebih tenang dalam menjalani kehidupan. Ketika rezeki terasa sempit, manusia diajarkan untuk bersabar dan terus berusaha. Ketika jodoh belum datang, manusia diajarkan untuk memperbaiki diri dan tidak berputus asa. Ketika menghadapi musibah dan kesulitan, manusia diajarkan untuk yakin bahwa semua telah berada dalam pengetahuan Allah Yang Maha Bijaksana. Karena itu, memahami alam azali bukan sekadar membahas tentang awal penciptaan manusia, tetapi juga mengajarkan bahwa kehidupan ini memiliki tujuan, aturan, dan ketetapan dari Allah, sehingga manusia dapat menjalani hidup dengan penuh syukur, kesabaran, dan keyakinan kepada-Nya.

2.   Alam kedua yang dilalui manusia Adalah alam Rahim.di alam ini tentu lebih menarik untuk kita salami lebih dalam, alam Dimana manusia mulai menemuh perjalaan yang baru, Ketika manusia masih berupa janin, yang tersemunyi didalam Rahim ibu, fase ini manusia belum merasakan sentuhan lebut dan kasih sayang dari seorang ibu, namun meski demikan manusia sudah merasakan nyaman dan tenang Ketika dilam Rahim, pada fase ini waktu manusia hanya diberi waktu lebih kurang 120 hari atau empat bulan saja setelah itu manusia akan berpindah alam atau fase berikut nya yang lebih seru dalam perjalananya, Jika dipikirkan, alam rahim mengajarkan banyak pelajaran kepada kita. Dahulu kita pernah berada di tempat yang sempit, gelap, dan tidak mampu melakukan apa pun sendiri, tetapi Allah tetap mencukupi kebutuhan kita. Karena itu, ketika telah lahir ke dunia dan tumbuh dewasa, seharusnya manusia semakin yakin bahwa Allah adalah sebaik-baik penjaga dan pemberi rezeki. Alam rahim juga mengingatkan manusia bahwa setiap perjalanan hidup memiliki tahapannya masing-masing. Tidak ada yang langsung besar, tidak ada yang langsung sempurna, semuanya melalui proses. Sebagaimana manusia tumbuh sedikit demi sedikit di dalam rahim, demikian pula kehidupan mengajarkan bahwa kesabaran dan proses adalah bagian dari perjalanan menuju tujuan yang lebih besa

3.   Fase berukutnya yang dilalui manusia Adalah fase atau alam Ruh” setelah beberapa waktu di alam Rahim, manusia kini berpindah kealam Ruh, Ketika janin tersebut yang semua tidak bisa apa-apa kini telah di tiup kan ruh, sehingga ada getaran atau Gerakan kecil didalam perut ibu yang sedang hami, pada waktu ini betapa gembira dan riang nya hati seorang ibu karena telah merasakan Gerakan kita didalam perutnya, belayan rasa kasih sayang yang tidak terhingga telah kita rasakan denagan sempurna, selain dari kecukupan yang telah diberikan Allah, ditambah lagi belayan lembut dan suara halus dari seorang ibu membuta kita semakin nyaman dan tentram didalamnya, oleh sebab itulah allah telah menempatkan kedudukan seorang ibu/orang tua dua Tingkat setelah-Nya, kewajiban untuk berbakti selalu disandingakan antara berbakti kepada allah dan orang tua.dialam ini lah manusia telah menjalin dialog dengan Allah SWT, terkait tentang kesepakan yang telah dijalin menjadi sumber kelangsungan kehidupan ke alam berikutnya. Dialog itu terjalin setelah ditiupkan Ruh kedalam janin.

…………..bersambung...

 

 



Penulis : M.Taufik, S.Pd.i


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Persoalan Ideologi Sunni dan Syi'ah
01 Juni 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   3

Tamak dan Takut Mati
31 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   10

Yahudi dan Ketakutan akan Kematian
30 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   4

Ketika Iman Melahirkan Kepedulian
29 Mei 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   62

Wajah Asli Kaum Yahudi
29 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   2

   Berita Popular

Bisa Sang Mawar Berduri
Rabu , 05 Maret 2025      1559


Cahaya dari Lantai Pesantren
Minggu , 14 Desember 2025      1126


Pelita Diujung desa
Selasa , 02 Desember 2025      967


Malam Pertama di Bulan Suci.
Sabtu , 01 Maret 2025      953