Avatar

Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I

Penulis Kolom

62 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Tamak dan Takut Mati



Minggu , 31 Mei 2026



Telah dibaca :  9

Pada ayat sebelumnya Allah telah menjelaskan tentang ketakutan kaum yahudi terhadap kematian. Ayat 95 sebenarnya jawaban dari ayat 94 tentang bukti bahwa mereka benar-benar takut akan kematian sebagai berikut:

وَلَنْ يَّتَمَنَّوْهُ اَبَدًا ۢ بِمَا قَدَّمَتْ اَيْدِيْهِمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌ ۢ بِالظّٰلِمِيْنَ ۝٩٥

Artinya:

Akan tetapi, mereka tidak akan menginginkan kematian itu sama sekali karena (dosa-dosa) yang telah dilakukan oleh tangan-tangan mereka. Allah Maha Mengetahui orang-orang zalim.

Allah memberikan alasan sebab mereka takut terhadap kematian karena mereka tamak atau rakus terhadap kenikmatan dunia. mereka memimpikan kehidupan di dunia ini merupakan kehidupan kekal abadi. Itu sebabnya mereka berusaha merebut seluruh kenikmatan-kenikmatan manusia berada di tangan mereka. Sifat tamak yang akut ini menyebabkan kerusakan-kerusakan di dunia yang bis akita lihat saat sekarang ini.

وَلَتَجِدَنَّهُمْ اَحْرَصَ النَّاسِ عَلٰى حَيٰوةٍۛ وَمِنَ الَّذِيْنَ اَشْرَكُوْاۛ يَوَدُّ اَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ اَلْفَ سَنَةٍۚ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهٖ مِنَ الْعَذَابِ اَنْ يُّعَمَّرَۗ وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِمَا يَعْمَلُوْنَࣖ ۝٩٦

Artinya:

Engkau (Nabi Muhammad) sungguh-sungguh akan mendapati mereka (orang-orang Yahudi) sebagai manusia yang paling tamak akan kehidupan (dunia), bahkan (lebih tamak) daripada orang-orang musyrik. Tiap-tiap orang (dari) mereka ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

Allah telah menggambarkan ketamakan kaum yahudi justru melebihi dari orang musrik dalam hal “hayalan” ingin hidup selama-lamanya di dunia. Meskipun orang musrik tidak menyembah tuhan. Tapi mereka menyakini bahwa ada kekuatan yang memberikan kebahagiaan dan penderitaan, balasan kebaikan dan keburukan setelah kehidupan di dunia melalui dari tuhan-tuhan yang mereka sembah.

Para penyembah berhala di dunia ini berkembang dengan beragam variasi. Di Indonesia ada istilah dinamisme dan animisme. Keduanya menyakini ada balasan kebaikan dan keburukan yang dilakukan oleh manusia. Keduanya juga menyakini bahwa tuhan yang mereka sembah akan memberikan balasan-balasan amal kebaikan dan keburukan saat di alam yang kekal abadi.

Maka kita menemukan perdebatan nabi ibrahim dan perdebatan nabi Muhammad serta perdebatan para nabi Adalah perdebatan tentang siapa tuhan sejati yang memberikan suatu balasan kebaikan atas perubuatan baik dan balasan siksa atas perbuatan kejahatan yang dilakukan manusia. Jika para nabi menganut monoteisme sedangkan kaum musrikin menggunakan konsep politeisme.

Kaum yahudi berangkat dari keyakinan tauhid yang dibawa oleh nabi musa membawa pemahaman bahwa tuhan itu esa. Pada awalnya mereka menyakini hal tersebut. Keyakinan tauhid ini dikalahkan oleh egoisme nafsu yang luarbiasa terhadap ketamakan kenikmatan dunia. Mereka terus melawan kebenaran tauhid yang tertanam dalam hati mereka dan menutup hati mereka terhadap keindahan dunia. Tauhid mereka benar-benar tertutup dan tidak berkutik sama sekali. Lalu muncul rekayasa keyakinan dalam beragama yang mengarah kepada sifat ketamakan geneologis yaitu mengaku diri mereka sebagai anak Tuhan. Penempatan status ini selain menyalahi konsep tauhid juga sebagai suatu upaya membangun previlige di tengah-tengah kehidupan masyarakat global bahwa mereka berbeda dari masyaarakat lainnya yang dianggap sebagai masyarakat dunia. Sedangkan kaum yahudi mengklaim dirinya sebagai masyarakat langit yang statusnya sebagai keturunan Sang Pencipta. Dari sini mereka membangun paradigma berfikir bahwa tidak mungkin status penduduk langit bisa bersatu dengan penduduk bumi.

Paradigma berfikir tersebut di atas merasa bahwa kaum yahudi mempunyai kekuasaan sangat besar untuk mengatur penduduk bumi dengan sekehendak nya sebagaimana seperti status Tuhan mempunyai kehendak yang tidak terbatas. Itu sebabnya mereka menggunakan status tersebut untuk membuat aturan-aturan kehidupan masyarakat internasional saat sekarang atas kehendak mereka. Semua harus tunduk dan patuh terhadap aturan yang dibuat mereka. Sedangkan mereka sendiri sekehendaknya melanggar aturan-aturan yang telah disepakati bersama.

Dari sini penulis bisa memahami bahwa kaum yahudi telah melakukan berbagai rekayasa agama sedemikian rupa sebagai wujud dari sifat sekarang akut yang tertanam dalam hatinya. Tidak semua kaum yahudi seperti itu. Tapi sebagian besar mempunyai sifat tamak akut. Dari sifat tamak ini lah yang kemudian hari melahirkan kerusakan di muka bumi. 



Penulis : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Persoalan Ideologi Sunni dan Syi'ah
01 Juni 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   3

Dari Setetes Air Menuju Kehidupan
31 Mei 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   116

Yahudi dan Ketakutan akan Kematian
30 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   4

Ketika Iman Melahirkan Kepedulian
29 Mei 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   62

Wajah Asli Kaum Yahudi
29 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   2

   Berita Popular

Bisa Sang Mawar Berduri
Rabu , 05 Maret 2025      1559


Cahaya dari Lantai Pesantren
Minggu , 14 Desember 2025      1126


Pelita Diujung desa
Selasa , 02 Desember 2025      967


Malam Pertama di Bulan Suci.
Sabtu , 01 Maret 2025      953