Avatar

Khairan Efendi

Penulis Kolom

44 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Makan Tengah Malam atau SAHUR



Sabtu , 21 Februari 2026



Telah dibaca :  111

Makan Tengah Malam atau Sahur? Jangan Sampai Keliru Memaknainya
Setiap datang bulan Ramadhan, suasana rumah kaum Muslimin berubah. Alarm dipasang lebih awal, dapur kembali berasap di waktu malam, dan keluarga berkumpul sebelum Subuh. Namun, masih ada yang menganggap sahur tak lebih dari sekadar “makan tengah malam”. Benarkah demikian?
Sekilas memang tampak sama, sama-sama makan di malam hari. Tetapi dalam pandangan syariat, sahur memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar mengisi perut sebelum fajar.

Sahur Bukan Sekadar Makan

Sahur adalah makan dan minum di akhir malam dengan niat menyiapkan diri untuk berpuasa. Ia bernilai ibadah karena mengikuti tuntunan Rasulullah SAW bersabda:

Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat keberkahan. (HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj)

Keberkahan inilah yang membedakan sahur dari makan biasa. Keberkahan bisa berupa kekuatan fisik untuk beribadah, kemudahan menjalani puasa, hingga pahala karena mengikuti sunnah.

Niat yang Membedakan

Bisa saja seseorang bangun pukul 01.00 lalu makan karena lapar. Itu adalah makan tengah malam. Namun ketika seseorang bangun menjelang Subuh, makan dengan kesadaran bahwa esok ia akan berpuasa karena Allah, maka itulah sahur.
Islam sangat menekankan niat. Rasulullah SAW bersabda:

Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya. (HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj)

Makanan yang sama, waktu yang hampir sama, tetapi nilainya bisa berbeda di sisi Allah karena niatnya berbeda.

Waktu yang Dianjurkan

Sahur dianjurkan dilakukan mendekati waktu Subuh, selama belum terbit fajar. Allah SWT berfirman:

Makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.(QS. Al-Qur'an Al-Baqarah: 187)

Ayat ini menjadi dasar bahwa sahur boleh dilakukan hingga menjelang terbit fajar. Bahkan Nabi SAW menganjurkan agar sahur tidak ditinggalkan, meskipun hanya dengan sedikit makanan atau seteguk air.

Sahur adalah Syiar

Dalam hadis riwayat Muslim ibn al-Hajjaj, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa sahur menjadi pembeda antara puasa umat Islam dan puasa Ahli Kitab. Ini menunjukkan bahwa sahur bukan hanya urusan perut, tetapi juga bagian dari identitas dan syiar Islam.
Karena itu, meremehkan sahur berarti mengabaikan satu sunnah yang penuh hikmah

Lebih dari Sekadar Energi

Sahur bukan hanya tentang kuat menahan lapar. Ia adalah latihan disiplin, kebersamaan keluarga, dan ketaatan pada tuntunan Nabi SAW Di waktu sahur pula doa lebih mudah dipanjatkan, istighfar lebih khusyuk diucapkan, dan hati terasa lebih dekat dengan Allah.

Jika makan tengah malam hanya memenuhi kebutuhan jasmani, maka sahur menguatkan jasmani sekaligus ruhani.

Ramadhan mengajarkan bahwa ibadah sering kali hadir dalam bentuk yang sederhana. Makan yang biasa bisa berubah menjadi ibadah yang penuh pahala. Segelas air di waktu sahur bisa bernilai keberkahan.

Karena itu, mari kita hidupkan sunnah sahur dengan niat yang tulus, waktu yang tepat, dan kesadaran bahwa setiap langkah kecil di bulan Ramadhan dapat menjadi besar di sisi Allah SWT 



Penulis : Khairan Efendi


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

APBN, APBD DAN KURBAN
30 Mei 2026   Oleh : Prof. Dr. H. Ilyas Husti. MA   23

Hari Tasyriq Terakhir: Saat Ritual Berakhir, Misi Dimulai
30 Mei 2026   Oleh : Dr.H.Mawardi M.Saleh,Lc.,MA   31

Kurban dari Baitul Māl
29 Mei 2026   Oleh : Dr.H.Mawardi M.Saleh,Lc.,MA   7

Panen Raya Pahala: Di Bulan Dzulhijjah
19 Mei 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   22

Guru PAUD, Pelukis Masa Depan dengan Cinta dan Ketulusan
09 Mei 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   389

   Berita Popular

Bisa Sang Mawar Berduri
Rabu , 05 Maret 2025      1560


Cahaya dari Lantai Pesantren
Minggu , 14 Desember 2025      1128


Pelita Diujung desa
Selasa , 02 Desember 2025      971


Malam Pertama di Bulan Suci.
Sabtu , 01 Maret 2025      954