
A
Memahami
Isra’ Mi’raj Secara Akademis
Oleh:
Mukhtarodin
Guru SMAN
2Tebing Tinggi Barat
Kabupaten
Kepulauan Meranti
Hadirin
jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah
kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Swt. atas segala nikmat yang
telah Dia berikan kepada kita. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah
kepada Nabi Muhammad Saw., suri teladan sepanjang zaman. Pada
kesempatan khutbah ini, khatib mengajak jamaah untuk memahami peristiwa Isra’
dan Mi’raj Nabi Muhammad Saw. secara sederhana namun mendalam, agar peristiwa
besar ini tidak hanya menjadi cerita tahunan, tetapi benar-benar memberi
pelajaran bagi kehidupan kita.
Hadirin
yang dimuliakan Allah,
Isra’
Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad Saw. dari Masjidil Haram ke Masjidil
Aqsa, lalu dilanjutkan naik ke langit hingga Sidratul Muntaha. Peristiwa ini
ditegaskan langsung oleh Allah Swt. dalam Surah Al-Isra ayat 1. Artinya, Isra’
Mi’raj adalah peristiwa yang benar dan nyata menurut ajaran Islam. Para
ulama menjelaskan bahwa Isra’ Mi’raj terjadi atas kehendak Allah, di luar
kebiasaan manusia. Ini mengajarkan kepada kita bahwa kekuasaan Allah tidak bisa
diukur dengan kemampuan akal manusia. Akal itu penting, tetapi ada batasnya.
Ketika akal sampai pada batasnya, imanlah yang harus menuntun.
Hadirin rahimakumullah,
Peristiwa
Isra’ Mi’raj terjadi pada masa yang sangat berat bagi Nabi Muhammad Saw. Beliau
kehilangan orang-orang terdekat, ditolak dalam dakwah, dan mengalami tekanan
batin yang besar. Dalam kondisi itulah Allah menghibur Nabi-Nya dengan
memperjalankannya dalam Isra’ Mi’raj. Dari sini kita belajar bahwa di balik
kesulitan selalu ada pertolongan Allah. Ketika hidup terasa sempit dan berat,
jangan berputus asa. Bisa jadi Allah sedang menyiapkan jalan keluar yang tidak
kita sangka-sangka.
Hadirin yang
berbahagia,
Sebagian orang mempertanyakan
bagaimana mungkin perjalanan sejauh itu terjadi dalam waktu singkat. Namun,
jika kita mau berpikir jernih, banyak hal yang dulu dianggap mustahil, kini
menjadi kenyataan. Ilmu pengetahuan terus berkembang, dan itu menunjukkan bahwa
kemampuan manusia terbatas, sementara kekuasaan Allah tidak terbatas. Isra’
Mi’raj mengajarkan kita untuk menggunakan akal dengan rendah hati, bukan untuk
menolak kebenaran, tetapi untuk semakin menguatkan keimanan.
Yang paling penting dari peristiwa
Isra’ Mi’raj adalah perintah shalat lima waktu. Shalat adalah oleh-oleh utama
yang dibawa Nabi Muhammad Saw. untuk umatnya. Ini menunjukkan bahwa shalat
adalah fondasi utama kehidupan seorang Muslim. Jika shalat dijaga dengan baik,
maka insyaallah akhlak juga akan menjadi baik. Shalat mengajarkan disiplin,
kesabaran, dan kedekatan dengan Allah. (
Khutbah pertama diakhiri dengan duduk sejenak)
Khutbah
Kedua
Hadirin
yang dirahmati Allah,
Marilah
kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. dengan menjalankan
perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Isra’
Mi’raj mengajarkan kepada kita bahwa iman, ibadah, dan kehidupan sehari-hari
tidak boleh dipisahkan. Shalat bukan hanya gerakan, tetapi sarana untuk
memperbaiki diri dan perilaku. Jika shalat kita benar, maka kita akan lebih
jujur, lebih sabar, dan lebih peduli kepada sesama. Jika shalat belum memberi
pengaruh dalam sikap kita, maka yang perlu diperbaiki adalah kualitas shalat
kita.
Di era sekarang, ketika ilmu dan
teknologi semakin maju, umat Islam dituntut untuk tetap menjaga nilai iman dan
akhlak. Jangan sampai kemajuan membuat kita lupa kepada Allah. Isra’ Mi’raj
mengingatkan kita bahwa hubungan dengan Allah harus selalu menjadi dasar dalam
menjalani kehidupan.
Akhirnya,
marilah kita jadikan peringatan Isra’ Mi’raj sebagai momentum untuk memperbaiki
shalat, memperkuat iman, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt.
Penulis : Muhtaruddin,M.Pd.I
Tradisi Membaca dalam Islam
31 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   3
Hidup Penuh dengan Kedamaian
30 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   2
Etika Berbicara di Media Sosial
29 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   2
Kurban: Jalan Menuju Ketakwaan dan Kepedulian
26 Mei 2026   Oleh : Khairan Efendi   9
Idul Fitri: Momentum Penyucian Hati dan Penguatan Takwa
18 Maret 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   59
Bisa Sang Mawar Berduri
Rabu , 05 Maret 2025      1559
Golongan Orang Yang dirindui Surga Bagian I (Bang Herman Sang Ojol Sholeh).
Senin , 12 Mei 2025      1255
Cahaya dari Lantai Pesantren
Minggu , 14 Desember 2025      1126
Pelita Diujung desa
Selasa , 02 Desember 2025      967
Malam Pertama di Bulan Suci.
Sabtu , 01 Maret 2025      953