Avatar

Muhtaruddin,M.Pd.I

Penulis Kolom

63 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Memahami Isra' Mi'raj Secara Akademis



Rabu , 14 Januari 2026



Telah dibaca :  50

A

Memahami Isra’ Mi’raj Secara Akademis

 

Oleh:

Mukhtarodin

Guru SMAN 2Tebing Tinggi Barat

Kabupaten Kepulauan Meranti 

 

            Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Swt. atas segala nikmat yang telah Dia berikan kepada kita. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Saw., suri teladan sepanjang zaman. Pada kesempatan khutbah ini, khatib mengajak jamaah untuk memahami peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad Saw. secara sederhana namun mendalam, agar peristiwa besar ini tidak hanya menjadi cerita tahunan, tetapi benar-benar memberi pelajaran bagi kehidupan kita.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Isra’ Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad Saw. dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu dilanjutkan naik ke langit hingga Sidratul Muntaha. Peristiwa ini ditegaskan langsung oleh Allah Swt. dalam Surah Al-Isra ayat 1. Artinya, Isra’ Mi’raj adalah peristiwa yang benar dan nyata menurut ajaran Islam. Para ulama menjelaskan bahwa Isra’ Mi’raj terjadi atas kehendak Allah, di luar kebiasaan manusia. Ini mengajarkan kepada kita bahwa kekuasaan Allah tidak bisa diukur dengan kemampuan akal manusia. Akal itu penting, tetapi ada batasnya. Ketika akal sampai pada batasnya, imanlah yang harus menuntun.

Hadirin rahimakumullah,

Peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi pada masa yang sangat berat bagi Nabi Muhammad Saw. Beliau kehilangan orang-orang terdekat, ditolak dalam dakwah, dan mengalami tekanan batin yang besar. Dalam kondisi itulah Allah menghibur Nabi-Nya dengan memperjalankannya dalam Isra’ Mi’raj. Dari sini kita belajar bahwa di balik kesulitan selalu ada pertolongan Allah. Ketika hidup terasa sempit dan berat, jangan berputus asa. Bisa jadi Allah sedang menyiapkan jalan keluar yang tidak kita sangka-sangka.

Hadirin yang berbahagia,      

            Sebagian orang mempertanyakan bagaimana mungkin perjalanan sejauh itu terjadi dalam waktu singkat. Namun, jika kita mau berpikir jernih, banyak hal yang dulu dianggap mustahil, kini menjadi kenyataan. Ilmu pengetahuan terus berkembang, dan itu menunjukkan bahwa kemampuan manusia terbatas, sementara kekuasaan Allah tidak terbatas. Isra’ Mi’raj mengajarkan kita untuk menggunakan akal dengan rendah hati, bukan untuk menolak kebenaran, tetapi untuk semakin menguatkan keimanan.

            Yang paling penting dari peristiwa Isra’ Mi’raj adalah perintah shalat lima waktu. Shalat adalah oleh-oleh utama yang dibawa Nabi Muhammad Saw. untuk umatnya. Ini menunjukkan bahwa shalat adalah fondasi utama kehidupan seorang Muslim. Jika shalat dijaga dengan baik, maka insyaallah akhlak juga akan menjadi baik. Shalat mengajarkan disiplin, kesabaran, dan kedekatan dengan Allah.  ( Khutbah pertama diakhiri dengan duduk sejenak)

Khutbah Kedua

Hadirin yang dirahmati Allah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Isra’ Mi’raj mengajarkan kepada kita bahwa iman, ibadah, dan kehidupan sehari-hari tidak boleh dipisahkan. Shalat bukan hanya gerakan, tetapi sarana untuk memperbaiki diri dan perilaku. Jika shalat kita benar, maka kita akan lebih jujur, lebih sabar, dan lebih peduli kepada sesama. Jika shalat belum memberi pengaruh dalam sikap kita, maka yang perlu diperbaiki adalah kualitas shalat kita.

            Di era sekarang, ketika ilmu dan teknologi semakin maju, umat Islam dituntut untuk tetap menjaga nilai iman dan akhlak. Jangan sampai kemajuan membuat kita lupa kepada Allah. Isra’ Mi’raj mengingatkan kita bahwa hubungan dengan Allah harus selalu menjadi dasar dalam menjalani kehidupan.

Akhirnya, marilah kita jadikan peringatan Isra’ Mi’raj sebagai momentum untuk memperbaiki shalat, memperkuat iman, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt.

           

 



Penulis : Muhtaruddin,M.Pd.I


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Tradisi Membaca dalam Islam
31 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   3

Hidup Penuh dengan Kedamaian
30 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   2

Etika Berbicara di Media Sosial
29 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   2

Kurban: Jalan Menuju Ketakwaan dan Kepedulian
26 Mei 2026   Oleh : Khairan Efendi   9

Idul Fitri: Momentum Penyucian Hati dan Penguatan Takwa
18 Maret 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   59

   Berita Popular

Bisa Sang Mawar Berduri
Rabu , 05 Maret 2025      1559


Cahaya dari Lantai Pesantren
Minggu , 14 Desember 2025      1126


Pelita Diujung desa
Selasa , 02 Desember 2025      967


Malam Pertama di Bulan Suci.
Sabtu , 01 Maret 2025      953