Menghitung Hari Memasuki Tahun 2026
Jumat , 26 Desember 2025
Telah dibaca :  298
Menghitung Hari Memasuki Tahun 2026
Pergantian tahun Masehi merupakan peristiwa yang tidak terpisahkan dari kehidupan modern. Setiap akhir Desember, manusia diingatkan bahwa waktu terus berjalan dan usia semakin berkurang. Dalam pandangan Islam, waktu bukan sekadar hitungan kalender, tetapi amanah besar yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Oleh karena itu, para ulama menaruh perhatian serius terhadap bagaimana seorang Muslim menyikapi akhir tahun Masehi agar tetap berada di jalan syariat. Makna Waktu dalam Islam. Islam memandang waktu sebagai nikmat yang sangat berharga. Allah Swt. bahkan bersumpah dengan waktu dalam Al-Qur’an: “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian.” (QS. Al-‘Ashr: 1–2)
Imam Asy-Syafi’i rahimahullah hmenegaskan bahwa surat Al-‘Ashr saja sudah cukup sebagai hujjah betapa pentingnya waktu bagi kehidupan seorang Muslim. Kerugian manusia terletak pada kelalaian memanfaatkan waktu untuk iman dan amal saleh.
Akhir Tahun sebagai Momentum Muhasabah Para ulama sepakat bahwa pergantian waktu—termasuk akhir tahun Masehi dapat dijadikan momentum muhasabah (introspeksi diri). Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menjelaskan bahwa seorang mukmin hendaknya selalu menghitung amalnya sebelum kelak dihisab oleh Allah Swt. Umar bin Khattab r.a. berkata: “Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab, dan timbanglah amalmu sebelum ditimbang.” Akhir tahun menjadi waktu yang tepat untuk menilai kembali kualitas ibadah, akhlak, hubungan sosial, serta kontribusi seorang Muslim terhadap masyarakat. Pandangan Ulama tentang Perayaan Akhir Tahun. Para ulama mengingatkan agar umat Islam berhati-hati dalam menyikapi tradisi perayaan akhir tahun. Syaikh Yusuf Al-Qaradawi menjelaskan bahwa Islam tidak melarang kegembiraan, namun melarang segala bentuk perayaan yang mengandung unsur maksiat, tasyabbuh (menyerupai) tradisi yang bertentangan dengan nilai Islam, serta pemborosan. Imam Ibnu Taimiyah menegaskan bahwa seorang Muslim harus menjaga identitas dan prinsip agamanya, serta tidak larut dalam kebiasaan yang menjauhkan dari zikir dan ketaatan kepada Allah. Sikap Moderat yang Dianjurkan Ulama Ulama Ahlus Sunnah mengajarkan sikap tawazun (seimbang). Akhir tahun Masehi tidak perlu diperingati secara khusus sebagai ibadah, namun boleh dijadikan sebagai Memperbanyak muhasabah dan taubat, Memperbaiki niat dan rencana amal, Mengisi waktu dengan doa, zikir, dan kegiatan bermanfaat, Menghindari hura-hura, maksiat, dan perbuatan sia-sia. Imam Nawawi rahimahullah menekankan pentingnya menjaga waktu malam dari perbuatan yang melalaikan, karena malam adalah waktu mustajab untuk mendekatkan diri kepada Allah. Akhir tahun Masehi dalam pandangan ulama bukanlah sekadar pergantian angka, melainkan pengingat bahwa umur terus berkurang dan perjalanan menuju akhirat semakin dekat. Seorang Muslim yang bijak akan menjadikan momen ini sebagai sarana muhasabah, memperbaiki diri, dan meneguhkan komitmen untuk hidup sesuai tuntunan syariat. Semoga setiap pergantian tahun menjadikan kita pribadi yang lebih bertakwa, lebih bermanfaat, dan lebih siap menghadap Allah Swt. Aamiin.
Penulis : Khairan Efendi