Menjaga Lisan dan Tulisan dalam Perspektif Islam
Sabtu , 24 Januari 2026
Telah dibaca :  179
Menjaga Lisan dan Tulisan dalam Perspektif Islam
Lidah dan tulisan merupakan amanah dari Allah SWT yang harus dijaga dengan penuh kesadaran. Dalam Islam, menjaga lisan bukan hanya menghindari kata-kata buruk, tetapi juga mencerminkan akhlak dan keimanan seseorang. Rasulullah SAW menekankan bahwa kualitas ucapan seorang Muslim mencerminkan kebaikan hatinya.
Kewajiban Berkata Benar dan Jujur
Islam menekankan pentingnya kejujuran dalam setiap perkataan. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga. Sesungguhnya dusta membawa kepada keburukan, dan keburukan membawa ke neraka."(HR. Bukhari no. 6094; Muslim no. 2607)
Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.”(QS. Al-Ahzab: 70)
Berkata jujur mencakup menepati janji, menghindari penipuan, serta memperhatikan dampak perkataan terhadap orang lain. Setiap ucapan memiliki potensi membangun atau merusak hubungan sosial.
Lidah dan Tulisan sebagai Amanah
Tulisan merupakan perpanjangan lidah, terutama di era digital. Islam mengajarkan bahwa setiap amanah, termasuk amanah lidah dan pena, harus dijalankan dengan tanggung jawab. Tulisan yang menyebarkan informasi salah, kebencian, atau fitnah dapat menimbulkan konflik dan kerusakan sosial. Menjaga tulisan berarti Memastikan kebenaran informasi sebelum dibagikan. Menyaring kata-kata agar tidak menyinggung atau merugikan orang lain. Menulis dengan niat positif untuk menyebarkan ilmu dan kebaikan.
Menjaga Lisan di Era Digital
Kemajuan teknologi memudahkan komunikasi, tetapi juga meningkatkan risiko konflik akibat ucapan atau tulisan yang tidak bijak. Beberapa prinsip menjaga lisan di era digital, Berpikir sebelum berbicara atau menulis: Pastikan ucapan atau tulisan bermanfaat dan tidak menyakiti orang lain. Menghindari ujaran kebencian dan fitnah: Jangan menyebarkan konten yang merugikan. Memastikan kebenaran informasi, Cek sumber berita atau informasi sebelum dibagikan. Menggunakan bahasa yang sopan: Hindari kata kasar atau provokatif.
Contoh Praktis Menjaga Lisan dan Tulisan
Hindari menyebarkan gosip atau informasi yang belum jelas kebenarannya. Gunakan kata-kata sopan saat memberi komentar di media sosial. Verifikasi informasi sebelum membagikannya. Manfaatkan tulisan untuk menyebarkan ilmu, dakwah, dan pesan moral positif. Rasulullah SAW bersabda: "Setiap seorang dari kalian akan dimintai pertanggungjawaban tentang lidahnya." (HR. Tirmidzi no. 2001, hasan shahih)
Renungan
Lidah dan tulisan adalah amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Islam menekankan kejujuran, manfaat, dan niat baik dalam setiap ucapan dan tulisan. Di era digital, kehati-hatian menjadi lebih penting agar komunikasi membawa kebaikan, bukan kerusakan. Dengan kesadaran ini, lidah dan tulisan dapat menjadi sarana dakwah, penyebaran ilmu, dan amal kebaikan. Semoga bermanfaat
Penulis : Khairan Efendi