
Bulan
Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda di tengah masyarakat. Selain
menjadi bulan penuh keberkahan dan ampunan, Ramadan juga menjadi momentum untuk
mempererat ukhuwah, meningkatkan ibadah, serta memperkuat kepedulian sosial.
Salah satu kegiatan yang mencerminkan nilai-nilai tersebut adalah peringatan
Nuzulul Qur’an yang dirangkaikan dengan kegiatan santunan anak yatim.
Hal
inilah yang terlihat dalam kegiatan Momen Nuzulul Qur’an dan Santunan Anak
Yatim di Desa Insit, Kecamatan Tebing Tinggi Barat. Acara tersebut berlangsung
dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan, tokoh
agama, serta masyarakat setempat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang
peringatan turunnya Al-Qur’an, tetapi juga sebagai sarana memperkuat kepedulian
sosial dan mempererat kebersamaan di tengah masyarakat desa.
Acara
yang berlangsung dengan penuh kehangatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh
penting. Di antaranya Camat Tebing Tinggi Barat, Bapak Muhammad Nazir, M.Si,
kemudian Pj Kepala Desa Insit, Bapak Syafrizal, S.Pd, tokoh agama Kiyai Zainul
Arifin, serta Khalifah Kiyai Asrori.
Turut
hadir pula perwakilan dari kepolisian yaitu Kapolsek yang diwakili oleh Bapak
Rinaldi, kemudian Penyuluh dari KUA Tebing Tinggi Barat, Bapak Agus Safri,
S.Pd.I, Sekretaris Desa Insit, Bapak Fadlun Hariyanto, serta Korwil Pendidikan,
Bapak Suryoto, M.Pd. Selain itu, perwakilan dari Lembaga Adat Melayu juga ikut
hadir memeriahkan kegiatan tersebut.
Kehadiran
berbagai unsur ini menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan seperti peringatan
Nuzulul Qur’an bukan hanya menjadi kegiatan spiritual semata, tetapi juga
menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.
Nuzulul
Qur’an merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu saat pertama kali
wahyu Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di
Gua Hira. Peristiwa tersebut menjadi titik awal penyebaran ajaran Islam yang
membawa petunjuk bagi kehidupan manusia.
Menurut
para ulama, peringatan Nuzulul Qur’an menjadi momentum bagi umat Islam untuk
kembali mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, baik dengan membaca, memahami,
maupun mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Al-Qur’an
sendiri menegaskan fungsinya sebagai petunjuk hidup bagi manusia sebagaimana
dijelaskan dalam firman Allah SWT: “Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan
Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu
serta pembeda antara yang benar dan yang batil.” (QS. Al-Baqarah:
185)
Ayat
ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an bukan hanya sekadar kitab suci yang dibaca,
tetapi juga pedoman hidup yang memberikan arah bagi manusia dalam menjalani
kehidupan.
Dalam
sambutannya, Pj Kepala Desa Insit, Bapak Syafrizal, S.Pd, menyampaikan bahwa
kegiatan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kepedulian sosial di
tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga dan
memperhatikan anak-anak, khususnya anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian
dan kasih sayang dari lingkungan sekitar.
Beliau
juga menekankan pentingnya semangat berbagi dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, Ramadan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan rasa empati dan
kepedulian kepada sesama.
“Melalui
momentum ini, mari kita sama-sama menjaga anak-anak kita. Jangan lupa untuk
saling berbagi dan membantu sesama, terutama kepada anak-anak yatim yang
membutuhkan perhatian dari kita semua,” ujarnya dalam sambutan tersebut.
Pesan
tersebut menjadi pengingat bahwa tanggung jawab membangun generasi masa depan
bukan hanya berada di pundak keluarga, tetapi juga menjadi tanggung jawab
bersama masyarakat.
Sementara
itu, Camat Tebing Tinggi Barat, Bapak Muhammad Nazir, M.Si, dalam sambutannya
menyampaikan bahwa kegiatan Nuzulul Qur’an yang dirangkaikan dengan santunan
anak yatim dan Safari Ramadan merupakan momentum yang sangat penting bagi umat
Islam.
Beliau
mengajak masyarakat untuk memanfaatkan bulan Ramadan dengan sebaik-baiknya
untuk meningkatkan ibadah. Menurutnya, sangat disayangkan apabila bulan yang
penuh berkah ini tidak dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Rugi rasanya jika kita tidak memanfaatkan
momentum Ramadan ini untuk meningkatkan ibadah kita,” ungkapnya.
Selain
itu, beliau juga mengingatkan para orang tua untuk selalu membimbing anak-anak
agar lebih dekat dengan Al-Qur’an, misalnya dengan membiasakan membaca
Al-Qur’an atau mengikuti kegiatan tadarus selama bulan Ramadan. Ia juga
menekankan bahwa kegiatan membaca Al-Qur’an dapat menjadi benteng bagi generasi
muda agar terhindar dari berbagai pengaruh negatif yang tidak diinginkan.
Tidak
hanya itu, Camat juga memberikan beberapa imbauan kepada masyarakat terkait
keamanan dan keselamatan. Ia mengingatkan warga agar berhati-hati ketika
meninggalkan rumah, memastikan rumah dalam keadaan terkunci, serta memastikan
kompor telah dimatikan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Selain
itu, beliau juga menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran kebun
secara sembarangan karena dapat menimbulkan bahaya kebakaran yang merugikan
banyak pihak.
Kegiatan
tersebut juga diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Kiyai Zainul Arifin.
Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan pentingnya menyayangi dan memperhatikan
anak-anak yatim sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Beliau mengutip
sebuah hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan keutamaan orang yang memelihara
dan menyantuni anak yatim. Rasulullah SAW bersabda: “Aku dan orang yang menanggung anak yatim
akan berada di surga seperti ini,” sambil beliau menunjukkan dua jarinya yang
dirapatkan. (HR. Bukhari).
Hadis
tersebut menggambarkan betapa besar keutamaan orang yang peduli terhadap anak
yatim. Bahkan Rasulullah SAW menggambarkan kedekatan orang tersebut dengan
beliau di surga kelak.
Menurut
Kiyai Zainul Arifin, menyantuni anak yatim bukan hanya sekadar memberikan
bantuan materi, tetapi juga memberikan perhatian, kasih sayang, dan dukungan
moral agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang kuat dan berakhlak baik.
Salah
satu rangkaian utama dalam kegiatan ini adalah pemberian santunan kepada
anak-anak yatim di Desa Insit. Santunan tersebut diberikan sebagai bentuk
kepedulian masyarakat terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih.
Kegiatan
santunan seperti ini memiliki makna yang sangat penting dalam kehidupan sosial
masyarakat. Selain membantu meringankan beban anak-anak yatim, kegiatan ini
juga mengajarkan nilai-nilai empati dan solidaritas kepada masyarakat.
Dalam
perspektif sosial, kegiatan santunan anak yatim juga memperkuat semangat gotong
royong yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat desa.
Kegiatan
Nuzulul Qur’an dan santunan anak yatim ini juga menjadi sarana untuk mempererat
kebersamaan di tengah masyarakat Desa Insit. Masyarakat dari berbagai kalangan
tampak hadir dan mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias.
Momentum
seperti ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah secara
individu, tetapi juga tentang memperkuat hubungan sosial dan membangun kepedulian
terhadap sesama. Dengan adanya kegiatan seperti ini, nilai-nilai kebersamaan,
kepedulian, dan semangat berbagi dapat terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat.
Peringatan
Nuzulul Qur’an yang dirangkaikan dengan santunan anak yatim di Desa Insit
menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat diwujudkan dalam
kehidupan sosial masyarakat. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya
diajak untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap
sesama.
Kehadiran
berbagai unsur pemerintahan, tokoh agama, dan masyarakat menunjukkan bahwa
kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang kebersamaan yang mempererat hubungan
sosial. Harapannya, kegiatan seperti ini
dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya membangun
masyarakat yang religius, peduli, dan saling mendukung satu sama lain.
Dengan
menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup serta menumbuhkan kepedulian
terhadap anak yatim, masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang
lebih harmonis, penuh kasih sayang, dan diridhai oleh Allah SWT.
Penulis : Muhtaruddin,M.Pd.I
Menebar Ilmu Melalui Cerita Anak Dwibahasa: Ikhtiar Literasi Islami di Selatpanjang
03 April 2026   Oleh : Khairan Efendi   93
Santunan Anak Yatim dan Peringatan Nuzulul Qur’an: Menghidupkan Nilai Al-Qur’an di Tengah Masyarakat
07 Maret 2026   Oleh : Khairan Efendi   194
Imlek dan Spirit Kebersamaan Melawan Politik Kebencian
17 Februari 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   39
Malam Santuanan di Mantiasa dan Cermin Kepedulian Kita
01 Februari 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   63
Desa Insit: Ikhtiar Membangun Antikorupsi dari Pinggiran
28 Januari 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   77
Bisa Sang Mawar Berduri
Rabu , 05 Maret 2025      1560
Golongan Orang Yang dirindui Surga Bagian I (Bang Herman Sang Ojol Sholeh).
Senin , 12 Mei 2025      1263
Cahaya dari Lantai Pesantren
Minggu , 14 Desember 2025      1127
Pelita Diujung desa
Selasa , 02 Desember 2025      968
Malam Pertama di Bulan Suci.
Sabtu , 01 Maret 2025      954