Avatar

Muhtaruddin,M.Pd.I

Penulis Kolom

63 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Momen Nuzulul Qur’an & Santunan Anak Yatim : Menguatkan Kepedulaian Sisoal dan Spirit Ramadhan



Sabtu , 07 Maret 2026



Telah dibaca :  98

 

Bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda di tengah masyarakat. Selain menjadi bulan penuh keberkahan dan ampunan, Ramadan juga menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah, meningkatkan ibadah, serta memperkuat kepedulian sosial. Salah satu kegiatan yang mencerminkan nilai-nilai tersebut adalah peringatan Nuzulul Qur’an yang dirangkaikan dengan kegiatan santunan anak yatim.

Hal inilah yang terlihat dalam kegiatan Momen Nuzulul Qur’an dan Santunan Anak Yatim di Desa Insit, Kecamatan Tebing Tinggi Barat. Acara tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang peringatan turunnya Al-Qur’an, tetapi juga sebagai sarana memperkuat kepedulian sosial dan mempererat kebersamaan di tengah masyarakat desa.

Acara yang berlangsung dengan penuh kehangatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Di antaranya Camat Tebing Tinggi Barat, Bapak Muhammad Nazir, M.Si, kemudian Pj Kepala Desa Insit, Bapak Syafrizal, S.Pd, tokoh agama Kiyai Zainul Arifin, serta Khalifah Kiyai Asrori.

Turut hadir pula perwakilan dari kepolisian yaitu Kapolsek yang diwakili oleh Bapak Rinaldi, kemudian Penyuluh dari KUA Tebing Tinggi Barat, Bapak Agus Safri, S.Pd.I, Sekretaris Desa Insit, Bapak Fadlun Hariyanto, serta Korwil Pendidikan, Bapak Suryoto, M.Pd. Selain itu, perwakilan dari Lembaga Adat Melayu juga ikut hadir memeriahkan kegiatan tersebut.

Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan seperti peringatan Nuzulul Qur’an bukan hanya menjadi kegiatan spiritual semata, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.

Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu saat pertama kali wahyu Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira. Peristiwa tersebut menjadi titik awal penyebaran ajaran Islam yang membawa petunjuk bagi kehidupan manusia.

Menurut para ulama, peringatan Nuzulul Qur’an menjadi momentum bagi umat Islam untuk kembali mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, baik dengan membaca, memahami, maupun mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Al-Qur’an sendiri menegaskan fungsinya sebagai petunjuk hidup bagi manusia sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT: “Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Ayat ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an bukan hanya sekadar kitab suci yang dibaca, tetapi juga pedoman hidup yang memberikan arah bagi manusia dalam menjalani kehidupan.

Dalam sambutannya, Pj Kepala Desa Insit, Bapak Syafrizal, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga dan memperhatikan anak-anak, khususnya anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari lingkungan sekitar.

Beliau juga menekankan pentingnya semangat berbagi dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, Ramadan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan rasa empati dan kepedulian kepada sesama.

“Melalui momentum ini, mari kita sama-sama menjaga anak-anak kita. Jangan lupa untuk saling berbagi dan membantu sesama, terutama kepada anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dari kita semua,” ujarnya dalam sambutan tersebut.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tanggung jawab membangun generasi masa depan bukan hanya berada di pundak keluarga, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama masyarakat.

Sementara itu, Camat Tebing Tinggi Barat, Bapak Muhammad Nazir, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Nuzulul Qur’an yang dirangkaikan dengan santunan anak yatim dan Safari Ramadan merupakan momentum yang sangat penting bagi umat Islam.

Beliau mengajak masyarakat untuk memanfaatkan bulan Ramadan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan ibadah. Menurutnya, sangat disayangkan apabila bulan yang penuh berkah ini tidak dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.  “Rugi rasanya jika kita tidak memanfaatkan momentum Ramadan ini untuk meningkatkan ibadah kita,” ungkapnya.

Selain itu, beliau juga mengingatkan para orang tua untuk selalu membimbing anak-anak agar lebih dekat dengan Al-Qur’an, misalnya dengan membiasakan membaca Al-Qur’an atau mengikuti kegiatan tadarus selama bulan Ramadan. Ia juga menekankan bahwa kegiatan membaca Al-Qur’an dapat menjadi benteng bagi generasi muda agar terhindar dari berbagai pengaruh negatif yang tidak diinginkan.

Tidak hanya itu, Camat juga memberikan beberapa imbauan kepada masyarakat terkait keamanan dan keselamatan. Ia mengingatkan warga agar berhati-hati ketika meninggalkan rumah, memastikan rumah dalam keadaan terkunci, serta memastikan kompor telah dimatikan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, beliau juga menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran kebun secara sembarangan karena dapat menimbulkan bahaya kebakaran yang merugikan banyak pihak.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Kiyai Zainul Arifin. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan pentingnya menyayangi dan memperhatikan anak-anak yatim sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Beliau mengutip sebuah hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan keutamaan orang yang memelihara dan menyantuni anak yatim. Rasulullah SAW bersabda: “Aku dan orang yang menanggung anak yatim akan berada di surga seperti ini,” sambil beliau menunjukkan dua jarinya yang dirapatkan. (HR. Bukhari).

Hadis tersebut menggambarkan betapa besar keutamaan orang yang peduli terhadap anak yatim. Bahkan Rasulullah SAW menggambarkan kedekatan orang tersebut dengan beliau di surga kelak.

Menurut Kiyai Zainul Arifin, menyantuni anak yatim bukan hanya sekadar memberikan bantuan materi, tetapi juga memberikan perhatian, kasih sayang, dan dukungan moral agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang kuat dan berakhlak baik.

Salah satu rangkaian utama dalam kegiatan ini adalah pemberian santunan kepada anak-anak yatim di Desa Insit. Santunan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih.

Kegiatan santunan seperti ini memiliki makna yang sangat penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Selain membantu meringankan beban anak-anak yatim, kegiatan ini juga mengajarkan nilai-nilai empati dan solidaritas kepada masyarakat.

Dalam perspektif sosial, kegiatan santunan anak yatim juga memperkuat semangat gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat desa.

Kegiatan Nuzulul Qur’an dan santunan anak yatim ini juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan di tengah masyarakat Desa Insit. Masyarakat dari berbagai kalangan tampak hadir dan mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias.

Momentum seperti ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah secara individu, tetapi juga tentang memperkuat hubungan sosial dan membangun kepedulian terhadap sesama. Dengan adanya kegiatan seperti ini, nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan semangat berbagi dapat terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat.

Peringatan Nuzulul Qur’an yang dirangkaikan dengan santunan anak yatim di Desa Insit menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat diwujudkan dalam kehidupan sosial masyarakat. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya diajak untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap sesama.

Kehadiran berbagai unsur pemerintahan, tokoh agama, dan masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang kebersamaan yang mempererat hubungan sosial.  Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang religius, peduli, dan saling mendukung satu sama lain.

Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup serta menumbuhkan kepedulian terhadap anak yatim, masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih harmonis, penuh kasih sayang, dan diridhai oleh Allah SWT.



Penulis : Muhtaruddin,M.Pd.I


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Imlek dan Spirit Kebersamaan Melawan Politik Kebencian
17 Februari 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   39

Malam Santuanan di Mantiasa dan Cermin Kepedulian Kita
01 Februari 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   63

Desa Insit: Ikhtiar Membangun Antikorupsi dari Pinggiran
28 Januari 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   77

   Berita Popular

Bisa Sang Mawar Berduri
Rabu , 05 Maret 2025      1560


Cahaya dari Lantai Pesantren
Minggu , 14 Desember 2025      1127


Pelita Diujung desa
Selasa , 02 Desember 2025      968


Malam Pertama di Bulan Suci.
Sabtu , 01 Maret 2025      954