Avatar

M.Taufik, S.Pd.i

Penulis Kolom

33 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Rajab Gerbang Pembersihan Hati Menuju Bulan Suci



Jumat , 16 Januari 2026



Telah dibaca :  65

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ، وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ، أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَام، أَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ، قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ هُوَ الَّذِىۡ جَعَلَ الشَّمۡسَ ضِيَآءً وَّالۡقَمَرَ نُوۡرًا وَّقَدَّرَهٗ مَنَازِلَ لِتَعۡلَمُوۡا عَدَدَ السِّنِيۡنَ وَالۡحِسَابَ


ma’siral muslimin rahimakumullah,

Puji Syukur kehadirat allah, atas segala nikmat dan karunia yang telah kita nikmati, sehingga pada kesempatan mulia ini kita masih bisa melangkahkan kaki dan mengayunkan tangan untuk Bersama-sama melaksanakan kewajiban sholat jum’at secara berjamaah, sebagai bentuk wujud Syukur tersebut, kita ucapkan alhamdulillah.

Sholawat dan salam semoga selalu kita lantunkan teruntuk bagida Rasulullah, SAW, “                                        “

Selanjutnya khotib mengajak kepada kita semuanya dan semoga bermuara dalam kehidupan keluarga masing-masing, untuk meningkatkan nilai takwa kepada allah SWT, dengan melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah Saat ini, umat Islam di seluruh dunia tengah berada di bulan Rajab, salah satu bulan yang sangat istimewa dalam kalender Islam. Ibnu Hajar, dalam kitab Tabyinul ‘Ajab bima Warada fi Fadli Rajab mengatakan bahwa, bulan rajab ini memiliki 18 nama. Salah satunya adalah "Al-Usb," yang berarti bulan rahmat, karena pada bulan ini, rahmat Allah diberikan kepada hamba-hamba yang taat. Sebagaimana makna huruf “    “ dalam kalimat rajab memberikan makna “rahmad dalam kehidupan”  Bulan Rajab juga disebut  "rajamun" karena pada bulan ini, setan-setan dibelenggu, hal ini memberi kesempatan lebih besar bagi umat islam yang beriman, untuk mendekatkan diri kepada Allah.   Selain itu, Rajab juga dikenal sebagai "Bulan Haram", yang menunjukkan kemuliaannya sebagai salah satu dari empat bulan yang dihormati dan disucikan dalam Islam. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Surat At-Taubah ayat 36 berfirman:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.
(yang dimuliakan)

4 bulan yang dimuliakan tersebut memang tidak disebutkan secara langsung didalam al qur’an maka khotib mengambil kutipan dari kitab “Duratunnasihin” dan di jelaskan oleh Ibnu Jarir at-Thabari dalam kitab Jami' al-Bayan, empat bulan tersebut Adalah “Dzul Ko’idah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab” saat ini kita berada hampir dipenghujung bulan rajab yang termasuk pada bulan yang dimuliakan tersebut maka, sangat merugilah apabila seorang hamba tidak memuliakan nya dengan berbagai amaliah ibadah kepada allah SWT.

Kaum Muslimin rahimakumullah…

Kemuliaan rajab jangan pernah kita sia-siakan, diantara kemuliaan tersebut allah telah  bentangkan Rahmat dan kasih sayangnya untuk hamba-hamba yang ta’at, maka mumpung kita masih berada dalam bulan rajab ini, perbanyakanlah untuk membaca istghfar, “  Innarajabi lil istighfari linazzunub“ kemuadian menyongsong bulan syakban untuk kita isi dengan saling bermaafan, barangkali diantara kita terdapat kesalahan dosa dalam perkataan dan tingkah laku perbuatan antar sesame maka manfaatkan untuk membersihkan segala permasalahan yang bersifat habluminannas, karena syakban adalah bulan untuk bulan untuk membersihkan hati dari noda-noda dosa " Wasakbana litathhiril kulubi minal uyub" dan begitu selesai bulan saya’ban nanti tibalah pada bulan yang diridukan oleh setiap umat islam yang beriman y aitu bulan Ramadhan, bulan untuk menyinari hati “  Wa Ramadhan litanwiril Qulub“

Ma’siral Muslimin rahimakumullah..

Disisi lain kemuliaan rajab, karena ada peristiwa agung yang dialami oleh bagida Rasulullah SAW,  y aitu perjalanan yang mengikat 3 dimensi sekaligus, yaitu dimensi Iman, dimensi Ilmu, dan Dimensi Hikmah dalam peristiwa perjalanan israk dan mikraj, dalam peristiwa itu yang tidak bisa dilogika dengan akal fikiran, maka membutuhkan iman dan keyakinan, dan tidak bisa didapatkan dengan Cuma-Cuma maka membutuhkan ilmu sebagai jalan dalam mecapai segala harapan dan tujuan, tentu dalam setiap perjalanan akan ada petikan-petikan hikmah yang bisa kita ambil kesimpulan dalam kehidupan, perintah sholat sebagai oleh-oleh Rasulullah dalam perjalanan tersbut, sebagai perintah dan amalan untuk menyempurnakan hakikat kemanusiaan untuk mendapatkan tingkatan takwa disisi allah, karena sholat membingkai nilai spitual, medical dan sosial.

Oleh karena itu kaum Muslimin rahimakumullah, dirikan lah sholat dengan sempurna menyatukan antara qolbiyah, akliyah dan fikliyah agar sholat kita benar-benar memberikan dampak dalam kehidupan yang mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, “اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُۗ

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ


KHOTBAH II 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللّٰهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ.  أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ،

فَقَدْ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Tradisi Membaca dalam Islam
31 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   4

Hidup Penuh dengan Kedamaian
30 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   3

Etika Berbicara di Media Sosial
29 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   2

Kurban: Jalan Menuju Ketakwaan dan Kepedulian
26 Mei 2026   Oleh : Khairan Efendi   10

Idul Fitri: Momentum Penyucian Hati dan Penguatan Takwa
18 Maret 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   61

   Berita Popular

Bisa Sang Mawar Berduri
Rabu , 05 Maret 2025      1560


Cahaya dari Lantai Pesantren
Minggu , 14 Desember 2025      1128


Pelita Diujung desa
Selasa , 02 Desember 2025      971


Malam Pertama di Bulan Suci.
Sabtu , 01 Maret 2025      954