Avatar

Muhtaruddin,M.Pd.I

Penulis Kolom

63 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Ramadhan Baru Dua Hari: Jangan Hanya Semangat di Awal



Jumat , 20 Februari 2026



Telah dibaca :  42

Ramadhan Baru Dua Hari: Jangan Hanya Semangat di Awal

 

????Khutbah Pertama

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah mempertemukan kita kembali dengan bulan Ramadan, bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benar takwa. Karena hanya dengan takwa, hidup menjadi terarah dan akhirat menjadi selamat. Allah berfirman dalam Al-Qur’an: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Hari ini kita sudah memasuki hari kedua Ramadan. Baru dua hari. Semangat masih terasa. Masjid masih penuh. Tilawah masih lancar. Tarawih masih khusyuk.Namun pertanyaannya:

Apakah semangat ini akan bertahan sampai akhir Ramadan?

Karena sering kali, Ramadan dimulai dengan semangat, tetapi di tengah jalan mulai melemah. Awal penuh, akhir kosong.

Padahal Ramadan bukan perlombaan siapa yang cepat memulai, tetapi siapa yang istiqamah sampai akhir.  Rasulullah ﷺ bersabda:  “Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makan dan minumnya.”  (HR. Bukhari)

Artinya apa?

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Puasa adalah menahan lisan dari dusta, menahan mata dari maksiat, menahan hati dari iri dan dengki.

Berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi lisannya masih menyakiti?

Berapa banyak yang menahan makan, tetapi tidak menahan amarah?

Rasulullah ﷺ juga bersabda: “Betapa banyak orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan haus.”  (HR. Ahmad)

Na’udzubillah.

Jangan sampai kita termasuk golongan ini.

Ma’asyiral muslimin,

Ramadan adalah madrasah jiwa. Dua hari ini adalah awal latihan. Jika di awal saja kita sudah menjaga shalat berjamaah, menjaga tilawah, menjaga sedekah — maka insyaAllah akhir Ramadan kita akan kuat.

Namun jika sejak awal kita sudah bermalas-malasan, menunda taubat, menunda perubahan — maka Ramadan akan berlalu begitu saja.

Ingatlah…

Ramadan tahun lalu, ada saudara kita yang masih bersama kita. Hari ini mereka sudah berada di alam kubur.  Tidak ada jaminan kita akan bertemu Ramadan berikutnya. Maka mulai hari ini: Tinggalkan satu dosa yang paling sering kita lakukan. Jaga shalat lima waktu berjamaah.  Bacalah Al-Qur’an setiap hari walau satu halaman. Perbanyak istighfar dan sedekah. Karena amal yang paling dicintai Allah adalah yang kontinu walaupun sedikit. Semoga Allah menjadikan puasa kita bukan hanya menahan lapar, tetapi melahirkan takwa.

???? Khutbah Kedua

Alhamdulillah hamdan katsiran thayyiban mubarakan fih…

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Sekali lagi saya berwasiat kepada diri saya dan jamaah sekalian untuk bertakwa kepada Allah.

Ramadan baru berjalan dua hari. Masih panjang perjalanan kita. Masih ada belasan bahkan puluhan hari di depan.

Jangan jadikan Ramadan hanya semangat tiga hari pertama.

Jangan jadikan masjid hanya ramai di awal.

Jangan jadikan Al-Qur’an hanya dibuka di minggu pertama.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Sungguh merugi seseorang yang mendapati Ramadan tetapi tidak diampuni dosanya.” (HR. Tirmidzi)

Bayangkan…

Ramadan datang membawa ampunan, membawa pahala berlipat ganda, membawa malam Lailatul Qadar — tetapi kita keluar darinya tanpa ampunan.

Itulah kerugian yang sebenarnya.

Maka mari kita berdoa:

Ya Allah, kuatkanlah kami menyempurnakan puasa kami.

Ya Allah, ampuni dosa-dosa kami.

Ya Allah, jadikan Ramadan ini Ramadan terbaik dalam hidup kami.

Ya Allah, jangan Engkau jadikan ini Ramadan terakhir kami kecuali Engkau telah mengampuni kami.

Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar. Walhamdulillahi robbil ‘alamiin.

 



Penulis : Muhtaruddin,M.Pd.I


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Tradisi Membaca dalam Islam
31 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   2

Hidup Penuh dengan Kedamaian
30 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   2

Etika Berbicara di Media Sosial
29 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   2

Kurban: Jalan Menuju Ketakwaan dan Kepedulian
26 Mei 2026   Oleh : Khairan Efendi   9

Idul Fitri: Momentum Penyucian Hati dan Penguatan Takwa
18 Maret 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   59

   Berita Popular

Bisa Sang Mawar Berduri
Rabu , 05 Maret 2025      1559


Cahaya dari Lantai Pesantren
Minggu , 14 Desember 2025      1126


Pelita Diujung desa
Selasa , 02 Desember 2025      967


Malam Pertama di Bulan Suci.
Sabtu , 01 Maret 2025      953