
Ramadhan
Baru Dua Hari: Jangan Hanya Semangat di Awal
????Khutbah Pertama
Alhamdulillahi
rabbil ‘alamin. Kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala
yang telah mempertemukan kita kembali dengan bulan Ramadan, bulan yang penuh
rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.
Shalawat
dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan
seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Ma’asyiral
muslimin rahimakumullah,
Saya
berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita
tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benar takwa. Karena hanya
dengan takwa, hidup menjadi terarah dan akhirat menjadi selamat. Allah
berfirman dalam Al-Qur’an: “Wahai
orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana
diwajibkan atas orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS.
Al-Baqarah: 183).
Jamaah
Jumat yang dimuliakan Allah,
Hari
ini kita sudah memasuki hari kedua Ramadan. Baru dua hari. Semangat masih
terasa. Masjid masih penuh. Tilawah masih lancar. Tarawih masih khusyuk.Namun
pertanyaannya:
Apakah
semangat ini akan bertahan sampai akhir Ramadan?
Karena
sering kali, Ramadan dimulai dengan semangat, tetapi di tengah jalan mulai
melemah. Awal penuh, akhir kosong.
Padahal
Ramadan bukan perlombaan siapa yang cepat memulai, tetapi siapa yang istiqamah
sampai akhir. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang
siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah
tidak butuh dia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)
Artinya
apa?
Puasa
bukan sekadar menahan lapar dan haus. Puasa adalah menahan lisan dari dusta,
menahan mata dari maksiat, menahan hati dari iri dan dengki.
Berapa
banyak orang yang berpuasa, tetapi lisannya masih menyakiti?
Berapa
banyak yang menahan makan, tetapi tidak menahan amarah?
Rasulullah
ﷺ juga bersabda: “Betapa banyak orang
yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan haus.” (HR. Ahmad)
Na’udzubillah.
Jangan
sampai kita termasuk golongan ini.
Ma’asyiral
muslimin,
Ramadan
adalah madrasah jiwa. Dua hari ini adalah awal latihan. Jika di awal saja kita
sudah menjaga shalat berjamaah, menjaga tilawah, menjaga sedekah — maka
insyaAllah akhir Ramadan kita akan kuat.
Namun
jika sejak awal kita sudah bermalas-malasan, menunda taubat, menunda perubahan
— maka Ramadan akan berlalu begitu saja.
Ingatlah…
Ramadan
tahun lalu, ada saudara kita yang masih bersama kita. Hari ini mereka sudah
berada di alam kubur. Tidak ada jaminan
kita akan bertemu Ramadan berikutnya. Maka mulai hari ini: Tinggalkan satu dosa
yang paling sering kita lakukan. Jaga shalat lima waktu berjamaah. Bacalah Al-Qur’an setiap hari walau satu
halaman. Perbanyak istighfar dan sedekah. Karena amal yang paling dicintai
Allah adalah yang kontinu walaupun sedikit. Semoga Allah menjadikan puasa kita
bukan hanya menahan lapar, tetapi melahirkan takwa.
???? Khutbah Kedua
Alhamdulillah
hamdan katsiran thayyiban mubarakan fih…
Ma’asyiral
muslimin rahimakumullah,
Sekali
lagi saya berwasiat kepada diri saya dan jamaah sekalian untuk bertakwa kepada
Allah.
Ramadan
baru berjalan dua hari. Masih panjang perjalanan kita. Masih ada belasan bahkan
puluhan hari di depan.
Jangan
jadikan Ramadan hanya semangat tiga hari pertama.
Jangan
jadikan masjid hanya ramai di awal.
Jangan
jadikan Al-Qur’an hanya dibuka di minggu pertama.
Rasulullah
ﷺ bersabda: “Sungguh merugi seseorang
yang mendapati Ramadan tetapi tidak diampuni dosanya.” (HR. Tirmidzi)
Bayangkan…
Ramadan
datang membawa ampunan, membawa pahala berlipat ganda, membawa malam Lailatul
Qadar — tetapi kita keluar darinya tanpa ampunan.
Itulah
kerugian yang sebenarnya.
Maka
mari kita berdoa:
Ya
Allah, kuatkanlah kami menyempurnakan puasa kami.
Ya
Allah, ampuni dosa-dosa kami.
Ya
Allah, jadikan Ramadan ini Ramadan terbaik dalam hidup kami.
Ya
Allah, jangan Engkau jadikan ini Ramadan terakhir kami kecuali Engkau telah
mengampuni kami.
Rabbana
atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar.
Walhamdulillahi robbil ‘alamiin.
Penulis : Muhtaruddin,M.Pd.I
Tradisi Membaca dalam Islam
31 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   2
Hidup Penuh dengan Kedamaian
30 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   2
Etika Berbicara di Media Sosial
29 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   2
Kurban: Jalan Menuju Ketakwaan dan Kepedulian
26 Mei 2026   Oleh : Khairan Efendi   9
Idul Fitri: Momentum Penyucian Hati dan Penguatan Takwa
18 Maret 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   59
Bisa Sang Mawar Berduri
Rabu , 05 Maret 2025      1559
Golongan Orang Yang dirindui Surga Bagian I (Bang Herman Sang Ojol Sholeh).
Senin , 12 Mei 2025      1255
Cahaya dari Lantai Pesantren
Minggu , 14 Desember 2025      1126
Pelita Diujung desa
Selasa , 02 Desember 2025      967
Malam Pertama di Bulan Suci.
Sabtu , 01 Maret 2025      953