Avatar

Muhtaruddin,M.Pd.I

Penulis Kolom

63 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Bekal Menyambut Ramadhan



Jumat , 13 Februari 2026



Telah dibaca :  43

Bekal Menyambut Ramadhan

 

Khutbah Pertama

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan sebenar-benarnya takwa, yakni menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Sebab hanya dengan takwa, hidup menjadi terarah dan ibadah menjadi bermakna.

Sebentar lagi kita akan dipertemukan dengan bulan yang sangat agung, bulan Ramadhan. Bulan yang oleh Allah Swt. dijadikan sebagai madrasah ruhaniyah, tempat pembinaan jiwa, pengendalian nafsu, dan penguatan nilai ketakwaan. Namun, Ramadhan tidak akan memberi perubahan apa-apa jika kita memasukinya tanpa bekal yang cukup. Allah Swt. berfirman:

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”  (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan membentuk ketakwaan. Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa puasa adalah sarana untuk menundukkan hawa nafsu dan membersihkan hati, bukan hanya ibadah fisik semata (Al-Ghazali, Ihya’ Ulumuddin, Jilid I, 2005, hlm. 235).

Oleh karena itu, menyambut Ramadhan membutuhkan bekal yang serius. Setidaknya ada tiga bekal utama yang harus kita persiapkan.

Pertama, bekal ilmu dan pemahaman ibadah. Ramadhan adalah bulan ibadah, dan ibadah tidak sah tanpa ilmu. Rasulullah Saw. bersabda: “Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Dia akan memahamkannya dalam urusan agama.”  (HR. Bukhari dan Muslim)

Pemahaman tentang puasa, shalat malam, zakat, dan tilawah Al-Qur’an harus dipelajari sebelum Ramadhan tiba. Yusuf Al-Qaradawi menegaskan bahwa ibadah tanpa pemahaman akan kehilangan ruh dan tujuan transformasinya (Al-Qaradawi, Fiqh al-Shiyam, 1994, hlm. 18).

Kedua, bekal penyucian hati dan taubat. Ramadhan adalah bulan ampunan. Namun ampunan Allah hanya diberikan kepada hamba yang membuka pintu taubat. Rasulullah Saw. bersabda:

Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”  (HR. Bukhari).

Imam Ibn Rajab Al-Hanbali menjelaskan bahwa taubat sebelum Ramadhan ibarat membersihkan bejana sebelum diisi air yang suci (Ibn Rajab, Latha’if al-Ma’arif, 2006, hlm. 143). Hati yang kotor oleh dengki, iri, dan kebencian tidak akan mampu merasakan kelezatan ibadah Ramadhan.

Ketiga, bekal sosial dan akhlak. Puasa tidak hanya berdimensi vertikal, tetapi juga sosial. Nabi Muhammad Saw. mengingatkan: “Betapa banyak orang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain lapar dan dahaga.”  (HR. Ahmad).

Hadis ini menunjukkan bahwa akhlak menjadi penentu kualitas puasa. Menahan lisan, menghindari konflik, dan memperbanyak kepedulian sosial adalah bagian dari puasa itu sendiri. Menurut Quraish Shihab, puasa sejatinya mendidik empati sosial dan kepekaan terhadap penderitaan sesama (Shihab, Wawasan Al-Qur’an, 2007, hlm. 376).

 

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Jika Ramadhan kita sambut tanpa bekal ilmu, taubat, dan akhlak, maka Ramadhan akan berlalu tanpa meninggalkan bekas. Ia hanya menjadi rutinitas tahunan, bukan momentum perubahan.

Khutbah Kedua

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Marilah kita jadikan Ramadhan sebagai titik balik kehidupan. Jangan sampai kita termasuk orang yang disebut oleh Nabi Saw. sebagai orang yang celaka karena bertemu Ramadhan tetapi tidak memperoleh ampunan (HR. Tirmidzi).

Bekal menyambut Ramadhan bukan sekadar menyiapkan jadwal sahur dan berbuka, tetapi menyiapkan hati, ilmu, dan akhlak. Sebab Ramadhan adalah tamu agung yang hanya singgah sebentar, dan belum tentu kita akan bertemu dengannya kembali.

Semoga Allah Swt. memanjangkan umur kita, memperbaiki niat kita, dan menjadikan Ramadhan tahun ini sebagai Ramadhan terbaik dalam hidup kita. Aamiin Ya Robbal ‘alamin.

 

.



Penulis : Muhtaruddin,M.Pd.I


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Idul Fitri: Momentum Penyucian Hati dan Penguatan Takwa
18 Maret 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   51

5 Esensi Bulan Suci Ramadhan
27 Februari 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   26

Ramadhan Baru Dua Hari: Jangan Hanya Semangat di Awal
20 Februari 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   39

Menangislah Saat Membaca Al-Qur'an
06 Februari 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   43

Golongan Orang-orang yang Mendustakan Agama
05 Februari 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   38

   Berita Popular

Bisa Sang Mawar Berduri
Rabu , 05 Maret 2025      1545


Cahaya dari Lantai Pesantren
Minggu , 14 Desember 2025      1117


Pelita Diujung desa
Selasa , 02 Desember 2025      956


Malam Pertama di Bulan Suci.
Sabtu , 01 Maret 2025      950