Avatar

Muhtaruddin,M.Pd.I

Penulis Kolom

63 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Menangislah Saat Membaca Al-Qur'an



Jumat , 06 Februari 2026



Telah dibaca :  42

Menangislah Saat Membaca Al-Qur’an

 

Khutbah Pertama

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya tampak dalam ibadah lahir, tetapi juga dalam kelembutan hati dan kepekaan jiwa. Salah satu tanda hati yang hidup adalah mudah tersentuh oleh ayat-ayat Al-Qur’an.

Al-Qur’an bukan sekadar bacaan untuk dilantunkan, tetapi petunjuk hidup yang diturunkan untuk menyentuh hati manusia. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka.” (QS. Al-Anfal [8]: 2)

Ayat ini menunjukkan bahwa membaca Al-Qur’an seharusnya melahirkan getaran iman. Hati menjadi lembut, pikiran menjadi jernih, dan mata pun bisa meneteskan air mata karena takut dan rindu kepada Allah.

Rasulullah SAW sendiri adalah manusia yang paling sering menangis ketika membaca dan mendengar Al-Qur’an. Dalam sebuah hadis, Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: "Rasulullah SAW bersabda kepadaku: ‘Bacakanlah Al-Qur’an untukku.’ Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah aku membacakannya kepadamu, padahal Al-Qur’an diturunkan kepadamu?’ Beliau menjawab, ‘Aku suka mendengarnya dari orang lain.’ Maka aku membaca surat An-Nisa hingga ayat 41. Ketika sampai ayat itu, aku melihat mata Rasulullah SAW berlinang air mata." (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Ma’asyiral muslimin,

Tangisan ketika membaca Al-Qur’an bukanlah tanda kelemahan, tetapi bukti hidupnya hati. Allah memuji orang-orang yang hatinya tersentuh oleh ayat-ayat-Nya: “Dan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis, dan bertambahlah kekhusyukan mereka.” (QS. Al-Isra’ [17]: 109)

Menangis karena Al-Qur’an lahir dari kesadaran akan dosa, ingat akan kematian, rindu kepada surga, dan takut akan neraka. Air mata seperti ini adalah air mata yang mulia. Namun jika kita belum mampu menangis, jangan putus asa. Rasulullah SAW bersabda: "Bacalah Al-Qur’an dan menangislah. Jika kalian tidak mampu menangis, maka berusahalah untuk menangis." (HR. Ibnu Majah)

Hadis ini mengajarkan bahwa meskipun hati kita belum lembut, kita tetap harus berusaha menghadirkan rasa takut dan harap kepada Allah.

Khutbah Kedua

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Marilah kita kembali meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Dunia ini penuh dengan kesibukan dan hiruk-pikuk yang sering kali membuat hati kita keras. Al-Qur’an datang untuk melembutkan hati yang keras itu. Allah berfirman: “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk khusyuk hati mereka mengingat Allah dan terhadap kebenaran yang telah diturunkan?” (QS. Al-Hadid [57]: 16)

Ayat ini seperti teguran lembut bagi kita semua. Sudah berapa lama kita membaca Al-Qur’an, tetapi hati masih belum tersentuh? Sudah berapa banyak ayat yang kita hafal, tetapi belum mengubah akhlak kita?

Menangis saat membaca Al-Qur’an bukan tujuan akhir, tetapi tanda awal perubahan. Dari tangisan itu lahir taubat, dari taubat lahir perbaikan diri, dan dari perbaikan diri lahir amal saleh.

Marilah kita biasakan membaca Al-Qur’an dengan perlahan, memahami artinya, dan menghadirkan hati. Bacalah seakan-akan ayat itu ditujukan langsung kepada diri kita.

Semoga Allah melembutkan hati kita, menjadikan Al-Qur’an sebagai penuntun hidup, penyejuk jiwa, dan penolong kita di hari kiamat kelak.

Doa Penutup

Allahumma ij‘alil Qur’ana rabi‘a qulubina, wa nura shuduurina, wa jalaa’a ahzanina, wa dzahaba humumina.

Ya Allah, jadikanlah Al-Qur’an penyejuk hati kami, cahaya dada kami, penghilang kesedihan dan kegelisahan kami.

Amin ya Rabbal ‘alamin.

Oleh : Mukhtarodin



Penulis : Muhtaruddin,M.Pd.I


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Idul Fitri: Momentum Penyucian Hati dan Penguatan Takwa
18 Maret 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   51

5 Esensi Bulan Suci Ramadhan
27 Februari 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   26

Ramadhan Baru Dua Hari: Jangan Hanya Semangat di Awal
20 Februari 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   39

Bekal Menyambut Ramadhan
13 Februari 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   44

Golongan Orang-orang yang Mendustakan Agama
05 Februari 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   38

   Berita Popular

Bisa Sang Mawar Berduri
Rabu , 05 Maret 2025      1545


Cahaya dari Lantai Pesantren
Minggu , 14 Desember 2025      1117


Pelita Diujung desa
Selasa , 02 Desember 2025      956


Malam Pertama di Bulan Suci.
Sabtu , 01 Maret 2025      950