
Menangislah
Saat Membaca Al-Qur’an
Khutbah
Pertama
Ma’asyiral
muslimin rahimakumullah,
Marilah
kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya
dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya tampak dalam ibadah lahir, tetapi
juga dalam kelembutan hati dan kepekaan jiwa. Salah satu tanda hati yang hidup
adalah mudah tersentuh oleh ayat-ayat Al-Qur’an.
Al-Qur’an
bukan sekadar bacaan untuk dilantunkan, tetapi petunjuk hidup yang diturunkan
untuk menyentuh hati manusia. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila
disebut nama Allah bergetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya
bertambahlah iman mereka.” (QS. Al-Anfal [8]: 2)
Ayat
ini menunjukkan bahwa membaca Al-Qur’an seharusnya melahirkan getaran iman.
Hati menjadi lembut, pikiran menjadi jernih, dan mata pun bisa meneteskan air
mata karena takut dan rindu kepada Allah.
Rasulullah
SAW sendiri adalah manusia yang paling sering menangis ketika membaca dan
mendengar Al-Qur’an. Dalam sebuah hadis, Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu
berkata: "Rasulullah SAW bersabda kepadaku: ‘Bacakanlah Al-Qur’an untukku.’ Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah
aku membacakannya kepadamu, padahal Al-Qur’an diturunkan kepadamu?’ Beliau
menjawab, ‘Aku suka mendengarnya dari orang lain.’ Maka aku membaca surat
An-Nisa hingga ayat 41. Ketika sampai ayat itu, aku melihat mata Rasulullah SAW
berlinang air mata." (HR. Bukhari dan Muslim)
Ma’asyiral
muslimin,
Tangisan
ketika membaca Al-Qur’an bukanlah tanda kelemahan, tetapi bukti hidupnya hati.
Allah memuji orang-orang yang hatinya tersentuh oleh ayat-ayat-Nya: “Dan mereka menyungkurkan wajah sambil
menangis, dan bertambahlah kekhusyukan mereka.” (QS. Al-Isra’ [17]: 109)
Menangis
karena Al-Qur’an lahir dari kesadaran akan dosa, ingat akan kematian, rindu
kepada surga, dan takut akan neraka. Air mata seperti ini adalah air mata yang
mulia. Namun jika kita belum mampu menangis, jangan putus asa. Rasulullah SAW
bersabda: "Bacalah Al-Qur’an dan
menangislah. Jika kalian tidak mampu menangis, maka berusahalah untuk menangis."
(HR. Ibnu Majah)
Hadis
ini mengajarkan bahwa meskipun hati kita belum lembut, kita tetap harus
berusaha menghadirkan rasa takut dan harap kepada Allah.
Khutbah
Kedua
Jamaah
Jumat yang dimuliakan Allah,
Marilah
kita kembali meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Dunia ini penuh dengan
kesibukan dan hiruk-pikuk yang sering kali membuat hati kita keras. Al-Qur’an
datang untuk melembutkan hati yang keras itu. Allah berfirman: “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang
yang beriman untuk khusyuk hati mereka mengingat Allah dan terhadap kebenaran
yang telah diturunkan?” (QS. Al-Hadid [57]: 16)
Ayat
ini seperti teguran lembut bagi kita semua. Sudah berapa lama kita membaca
Al-Qur’an, tetapi hati masih belum tersentuh? Sudah berapa banyak ayat yang
kita hafal, tetapi belum mengubah akhlak kita?
Menangis
saat membaca Al-Qur’an bukan tujuan akhir, tetapi tanda awal perubahan. Dari
tangisan itu lahir taubat, dari taubat lahir perbaikan diri, dan dari perbaikan
diri lahir amal saleh.
Marilah
kita biasakan membaca Al-Qur’an dengan perlahan, memahami artinya, dan
menghadirkan hati. Bacalah seakan-akan ayat itu ditujukan langsung kepada diri
kita.
Semoga
Allah melembutkan hati kita, menjadikan Al-Qur’an sebagai penuntun hidup,
penyejuk jiwa, dan penolong kita di hari kiamat kelak.
Doa
Penutup
Allahumma
ij‘alil Qur’ana rabi‘a qulubina, wa nura shuduurina, wa jalaa’a ahzanina, wa
dzahaba humumina.
Ya
Allah, jadikanlah Al-Qur’an penyejuk hati kami, cahaya dada kami, penghilang
kesedihan dan kegelisahan kami.
Amin
ya Rabbal ‘alamin.
Oleh
: Mukhtarodin
Penulis : Muhtaruddin,M.Pd.I
Idul Fitri: Momentum Penyucian Hati dan Penguatan Takwa
18 Maret 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   51
5 Esensi Bulan Suci Ramadhan
27 Februari 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   26
Ramadhan Baru Dua Hari: Jangan Hanya Semangat di Awal
20 Februari 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   39
Bekal Menyambut Ramadhan
13 Februari 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   44
Golongan Orang-orang yang Mendustakan Agama
05 Februari 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   38
Bisa Sang Mawar Berduri
Rabu , 05 Maret 2025      1545
Golongan Orang Yang dirindui Surga Bagian I (Bang Herman Sang Ojol Sholeh).
Senin , 12 Mei 2025      1235
Cahaya dari Lantai Pesantren
Minggu , 14 Desember 2025      1117
Pelita Diujung desa
Selasa , 02 Desember 2025      956
Malam Pertama di Bulan Suci.
Sabtu , 01 Maret 2025      950