
SELATPANJANG- Ketua Komisi Ukhuwah
Islamiyah, Husni Mubarak, M.Pd.I memberikan materi seminar tentang pencegahan LGBT
di kalangan generasi muslim di Gedung Hijau yang berlokasi di kantor bupati
kepulauan meranti (18/12/2023). Hadir dalam acara ini antara lain; Drs.KH. Muhammad
Mahdi Staff Bupati Kepulauan Meranti Bidang Kesejahteraan Masyarakat, Dr.Imam
Ghozali, M.Pd.I Ketua Umum MUI, Muhammad Taufik, S.Pd.I Sekretaris Umum,
Zuhaimi,SE,S.Pd.I bendahara umum dan beberapa narasumber dalam seminar
tersebut.
Seminar tentang pencegahan bahaya LGBT diikuti
sekitar 80 siswa tingkat SLTA Se-Kabupaten Kepulauan Meranti dan Mahasiswa STAI
Nurul Hidayah. Seminar ini mengkaji dari beberapa aspek LGBT seperti sudut
pandang sejarah, sosial, pendidikan dan hukum.
Husni Mubarak menyoroti kasus ini dari segi
sejarah. Menurut camat tebing tinggi ini, perilaku penyimpangan seksual
sebenarnya sudah lama terjadi di masa lalu yaitu sejak masa Nabi Luth A.S.
Mengutip Pendapat Muhammad Fuad Abdul baqi tentang Surat Al-Angkabut (29):28
mengatakan bahwa kata”ata’tuuna” (mengapa kalian mengerjakan) diganti
dengan “innakum lata’tuuna” (kamu benar-benar mengerjakan). Ini menunjukan
bahwa perbuatan-perbuatan tersebut merupakan cermin dari perilaku yang bukan
saja penyimpangan antara perbedaan jenis, tapi juga sesama jenis dengan format
yang berbeda-beda. Bahasa sekarang lebih terkenal dengan sebutan LGBT.
Dalam konteks sejarah, para pelaku LGBT pada
masa lalu telah diperingatkan oleh Allah SWT. Namun ada sebagian kelompok yang
tidak mengindahkan peringatan tersebut. mereka memandang sebagai bagian Hak
Asasi Manusia (HAM) yang tidak boleh siapapun yang melarangnya. Padahal, hakikat dari LGBT itu bertentangan dengan HAM. Salah satu bukti perlindungan HAM yaitu menjaga eksistensi peradaban manusia. Justru perilaku tersebut menghancurkan peradaban. Akibatnya,
turun adzab Allah terhadap kelompok-kelompok tersebut.
Sebagai penutup, Husni Mubarak mengharapkan
kepada para mahasiswa dan siswa untuk menjadi pelopor gerakan anti LGBT di Kabupaten
Kepulauan Meranti. Gerakan ini harus dimulai dari diri sendiri, keluarga dan
lingkungan di sekitarnya. Kesadaran-kesadaran ini merupakan jalan untuk
mencegah adanya bahaya LGBT.
Penulis : Admin MUI
Menebar Ilmu Melalui Cerita Anak Dwibahasa: Ikhtiar Literasi Islami di Selatpanjang
03 April 2026   Oleh : Khairan Efendi   92
Santunan Anak Yatim dan Peringatan Nuzulul Qur’an: Menghidupkan Nilai Al-Qur’an di Tengah Masyarakat
07 Maret 2026   Oleh : Khairan Efendi   194
Momen Nuzulul Qur’an & Santunan Anak Yatim : Menguatkan Kepedulaian Sisoal dan Spirit Ramadhan
07 Maret 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   98
Imlek dan Spirit Kebersamaan Melawan Politik Kebencian
17 Februari 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   39
Malam Santuanan di Mantiasa dan Cermin Kepedulian Kita
01 Februari 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   62
Bisa Sang Mawar Berduri
Rabu , 05 Maret 2025      1559
Golongan Orang Yang dirindui Surga Bagian I (Bang Herman Sang Ojol Sholeh).
Senin , 12 Mei 2025      1255
Cahaya dari Lantai Pesantren
Minggu , 14 Desember 2025      1126
Pelita Diujung desa
Selasa , 02 Desember 2025      967
Malam Pertama di Bulan Suci.
Sabtu , 01 Maret 2025      953