Avatar

M.Taufik, S.Pd.i

Penulis Kolom

40 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Muharram. Anatara Keutamaan, Tradisi, dan Amalan



Selasa , 23 Juni 2026



Telah dibaca :  36

Muharram dalam hitungan bulan hijriyah menepati pada posisi pertama, termasuk pada pada bulan yang di istimewakan, bulan yang di mulyakan oleh allah SWt, nama lain dari bulan ini Adalah Ashurul Hurum (bulan haram), disebut bulan haram Adalah bulan yang diharamkan oleh allah untuk hamba-hamba nya melakukan perbuatan dosa dan kezholiman. Dialam kitab suci Al Qur’an Allah telah sebutkan

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ

Sesungguhnya hitungan bulan di sisi Allah itu ada dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah.

Diantra empat bulan yang disebutkan dalam Al Qur’an tersebut, tidak lah disebutkan secara rinci bulan apa saja yang dimuliakan oleh allah , akan tetapi hadis nabi telah menjelaskan kepada kita, diataranya Adalah tiganya berturut-turut “DzulKo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram” sedangkan yang satunya terpisah y aitu “Rajab”, (Duratunnasihin).

Bulan Muharram, Sebagian orang-orang kita mengenal nya Dengan sebutan bulan Syuro, yang diambil dari kata “Asyura” hari ke sepuluh pada bulan Muharram.Sebagian orang juga memaknai bulan syuro ini sebagai bulan yang mengerikan, bulan kermat, bulan agung,  bulan Dimana para ahli spiritual memuja dan memuji nya dengan berbagai macam cara, sehingga masih sering kita temui dimasyarakat bulan syuro ini mereka tidak berani melakukan resepsi atau acara makan-makan besar, seperti mantu “menikahkan anak” mendirikan rumah dan lain sebagainya, padahal jika kita lihat dari sejarahnya menurut beberapa ahli, kenapa bulan syura ini dilarang untuk melaksanakan pernikahan, ini dikarenakan pada 10 muraharam atau syura ini terdapat peristiwa yang memilukan Dimana cucu kesyangan Rasulullah dibutuh di karbala, sehingga pada waktu itu disebut bulan duka, oleh karena itu sebagai cara kita untuk menghormati peristiwa karbala maaka kita dilarang untuk melaksankan pesta, bersenang-senang dan lain sebagainya. Dan masih banyak hal lagi tradisi dan keyakinan dimasyarakat perihal bulan syura ini, namun dalam kesempatan ini artikel saya akan membahas tentang niliai-nilai positif yang ada pada bulan muharaam tersebut.

Saya mengutip dari kitab kanzun Naja, ada sepuluh amalan didalam bulan Syura, yang tidambahkan lagi dua amalan lebih sempurna.

Yang perama Adalah Sum (berpuasa), berpuasa dibulan muhararam termasuk amalan sunnah yang sangat dianjurkan “Afdhalushiami bakda Ramadhan, Shahrul Muharram”  sebaik-baik nya puasa setelah Ramadhan Adalah bulan muharram. Selain dari pada perintah itu. Rasulullah juga perintah kan kepada para sahabat dan kita semua ummatnya ini untuk melakukan puasa dibulan muharram ini. Terutama pada sepuluah muharram (‘asyura). Namun Ketika Rasulullah perintahkan kepada sahabat untuk melukan puasa pada tanggal 10 Muharram, ada sahabat yang bertanya “bukankah itu hari yang dumuliyakan oleh kaum yahudi dan Nasrani,” para sahabat khawatir puasa yang dilakukan itu menyamai puasa amalanya kaum yahudi dan Nasrani, maka Rasulullah pun menegaskan “ jika aku menemui muharram tahun depan maka aku akan berpuasa pada tanggal 9” inilah menjadi kesunnahan berpuasa pada hari Sembilan muharram atau disebut juga Dengan hari Tasu’a. perintah itu juga boleh dilakukan satu hari sebelum atau satu hari setelah nya, untuk membedakan antara puasa kaum Muslimin dan kaum yahudi. Namun juga tidak ada salah nya jika kita berpuasa pada tangga 1 muharram atau satu syura ini, asalkan tidak di iringi dengan niat yang lain selain hanya untuk beribadah kepada allah SWT.

Yang kedua (sholli), shalat, amalan yang sangat dianjurkan selama bulan muharram ini Adalah memperbanyak sholat sunnah, Adapun sholat sunnah yang sangat dianjurkan dalam bulan yang Istimewa ini Adalah berkiamaul Laili, sholat tahajud, hajad, tasybih, witir dan lain sebagainya. Namun dalam kajian ini ada Sebagian kalangan orang-orang sholeh menegaskan untuk memperbanyak sholat tasybih, shalat tasybih ini akan sangat berat bagi mereka yang tidak pernah melaksanakan, selain dari bacaan tasybih yang banyak juga durasi shalat nya lebih lama dari shalat sunnah lainya, dan harus menguras tenaga yang luar biasa, namun bagi mereka yang telah menikmati shalat Tasybih akan terasa nikmat dan nyaman.

Setiap Gerakannya diselingi dengan ratusan kalimat tasybih, pada rakaat pertama, setelah membaca surat dari Al qur’an membaca tasybih sebanyak 15 kali, kemudian setelah rukuk membaca 10 kali, I’tidak membaca 10 kali, sujud 10 kali, duduk diantara sujud 10 kali, kemudian sujud kedua 10 kali, sebelum berdiri pada rakaat kedua membaca 10 kali, dan kemudian melanjutkan pada rakaat kedua dengan jumlah bacaan yang sama, dan dibaca setelah bacaan sholat sebagaimana mestinya. Jika kita orang awam melakasanakan shalat tasybih ini  membutuhkan waktu lebih kurang 30 menit atau bahakan lebih, namun demikian jika dilaksanakan atas dasar niat karena allah maka lama berdiri tidak akan menjadi permasalahan bagi kita.

Yang ke tiga Shil (Shilaturahim).  Shilaturahim dalam bulan yang mulia ini sangat diajurkan, shilaturahim Adalah menyambung tali persaudaraan atau kasih sayang antar sesama, berpahala besar Ketika seorang hamba pada bulan mulia ini melakukan jalinan persaudaran diantara sesamaanya, namun perlu diperhatikan Ketika kita bersilaturahim atau mengunjungi kediaman saudara kita, hal-hal yang perlu diperhatikan, jangan sampai kita menyentuh makanan sebelum dipersilahkan oleh tuan rumah, dan jangan sampai pandangan kita liar berkeliling ruang rumah yang sedang kita tamui, sungguh yang demikian itu Adalah tidak baik untuk dilakukan. Terkadang sudah menjadi kebiasaan kita Ketika bertamu dikediaman saudara kita sering kali pandangan kita mengarah keliling ruangan melihat dan bahkan menyentuh barang-barang miliki saudara kita sebelum minta izin terlebih dahulu.

Ada banyak manfaat shilaturrahim Ketika kita lakukan, diantara nya akan memudahkan urusan, memberikan kemudahan dalam sesuatu urusan, apalagi jika kita laksanakan pada bulan istimwa ini maka ada ratusan kali lipat pahala yang allah siapkan kepada pelaku amalan sunnah dibulan muharram ini.

Ke empat mengunjungi orang-orang alim. Mengunjungi orang alim atau para guru-guru kita Adalah termasuk amalan yang sangat dianjurkan pada bulan muharram ini, Ketika kita mengunjunginya maka kita akan memperoleh banyak kemanfaatan, seseorang dapat memperoleh ilmu, nasihat, keberkahan doa, serta teladan dalam menjalani kehidupan. Di hadapan para ulama dan guru, kita belajar bahwa ilmu bukan hanya untuk diketahui, tetapi juga untuk diamalkan. Dari tutur kata mereka yang lembut, kita mendapatkan hikmah. Dari kesabaran dan keteladanan mereka, kita belajar tentang keikhlasan dalam beribadah dan mengabdi kepada sesama.

Muharram sebagai salah satu bulan yang dimuliakan Allah merupakan momentum yang tepat untuk mempererat silaturahmi dengan para guru. Sebab, keberhasilan seseorang tidak terlepas dari jasa mereka yang telah mengajarkan ilmu, membimbing akhlak, dan mendoakan kebaikan bagi murid-muridnya. Mengunjungi mereka adalah bentuk penghormatan dan rasa syukur atas segala ilmu yang telah diberikan. Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada umatnya untuk menghormati orang-orang yang berilmu. Dengan mendatangi mereka, hati yang keras menjadi lembut, jiwa yang gelisah menjadi tenang, dan semangat untuk beribadah kembali tumbuh. Tidak jarang, satu nasihat dari seorang guru mampu mengubah arah kehidupan seseorang menjadi lebih baik.Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan bulan Muharram ini untuk menyambung kembali tali silaturahmi dengan para guru dan orang-orang saleh. Datanglah dengan penuh adab dan kerendahan hati, memohon doa serta nasihat mereka. Semoga melalui keberkahan ilmu dan doa para guru, Allah Swt. melimpahkan kemudahan, keselamatan, serta keberkahan dalam kehidupan kita di dunia dan di akhirat. Aamiin.

Bersambung………



Penulis : M.Taufik, S.Pd.i


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Persoalan Ideologi Sunni dan Syi'ah
01 Juni 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   16

Tamak dan Takut Mati
31 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   23

Dari Setetes Air Menuju Kehidupan
31 Mei 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   272

Yahudi dan Ketakutan akan Kematian
30 Mei 2026   Oleh : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I   18

Ketika Iman Melahirkan Kepedulian
29 Mei 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   83

   Berita Popular

Bisa Sang Mawar Berduri
Rabu , 05 Maret 2025      1587


Cahaya dari Lantai Pesantren
Minggu , 14 Desember 2025      1169


Pelita Diujung desa
Selasa , 02 Desember 2025      1005


Malam Pertama di Bulan Suci.
Sabtu , 01 Maret 2025      963