
Bencana Kemanusiaan di Palestina
اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ،
وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا
الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ
سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و
سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ
وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا
الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا
اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ
Saudara-Saudara ku Jama’ah Sholat Jum’at yang
Dimulyakan oleh Allah SWT,
Pertama-tama, marilah kita senantiasa
mensyukuri atas segala kenikmatan yang telah dianugrahkan oleh Allah kepada
kita dengan cara meningkatkan takwa kita kepada-Nya.
Kedua, sholawat dan salam semoga senantiasa
tercurahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga besarnya, sahabat-sahabatnya, para
tabi’in, tabi’in tabi’in, para ulama hingga kepada umat-umatnya. Semoga kita
mendapatkan syafaatnya. Amin.
Para Jama’ah Jum’at Yang Dimulyakan oleh
Allah SWT,
Kejahatan kemanusiaan di Palestina sudah
terlalu lama. Sudah tidak terhitung lagi manusia yang telah meninggal akibat
kelaparan, kehausan, sakit karena tidak bisa berobat dan peperangan yang tidak
pernah berhenti hingga kini.
Kejahatan kamanusiaan di Palestina. Di situ
bukan hanya umat Islam yang jadi korban, tapi juga umat-umat
non-muslim lainnya seperti agama Kristen. Ia menjadi korban
kejahatan juga sudah lama sekali. Terbaru
pada tanggal 19 April 2025, Yerusalem kembali berduka. Gereja dijaga
ketat oleh aparat keamanan. Beberapa tokoh geraja ditahan, termasuk Uskup Agung
Adolfo Tito Yilana, Perwakilan Vatikan untuk Palestina.
Padahal ketika Islam berkuasa di Palestina,
tepatnya pada masa Umar bin Khatab telah diterbitkan piagam damai antara
umat beragama yang disebut al-uhdah al-umariyyah. Isinya menjamin
kebebasan beragama di tanah Palestina. Namun, kini Palestina laksana kebun
kurma terbakar. Angin kencang terus menghembus ke seluruh penjuru daerah. Palestina
seperti kota mati, masyarakat nya laksana lost generation.
Terombang-ambing oleh situasi yang mencekam dan tidak menentu.
Para Jamaah Sholat Jum’at Yang Dimulyakan oleh
Allah SWT,
Beberapa gerakan yang bisa dilakukan
sebagai bentuk kepedulian terhadap agama dan kemanusiaan di Palestina antara
lain:
Pertama, kita terus mendukung kemerdekaan palestina
sebagai bagian hak kebebasan menentukan nasib mereka. Hal ini berangkan dari
ajaran Islam adalah agama rahmatal lil a’alamin. Islam melihat persoalan
tidak hanya sebatas dari aspek agama, tapi juga dari aspek-aspek kehidupan. Sebab
yang ada di alam semesta ini harus dijaga kelestariannya sebagai wujud perintah
Allah swt. Q.S. Al-Anbiya ayat 107 sebagai berikut:
وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ ١٠٧
Artinya:
Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad),
kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Dari ayat tersebut, khatib bisa mengambil pelajaran
bahwa segala tindakan yang mengancam perdamaian dan yang melakukan penjajahan
atau imperialisme merupakan perbuatan melanggar syariat Islam dan harus melawan
dan menolak keras perbuatan tercela tersebut.
Itu sebabnya dalam pembelaan terhadap eksistensi
negara NKRI, Hadratusyeikh Hasyim Asy’ari sebagai rujukan para ulama
saat itu di Indonesia mengumandangkan resolusi jihad yaitu suatu gerakan
melakukan perlawanan dengan perang terhadap kelompok-kelompok yang akan
menjajah Indonesia. lalu lahirlah semboyan “hubul wathan minal iman,
mencintai tanah air sebagian dari iman”. Sebab tanah air
merupakan harta terbesar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan salah
satu maqashid syariah atau tujuan syariat Islam yaitu menjaga harta atau
hifdz al-mal. Mempertahankan harta dari penjajah dan meninggal, maka
termasuk mati sahid. Membela negara sebagai wujud dari menjaga harta dan
meninggal dunia maka statusnya mati sahid.
Atas dasar tersebut, sikap kita terhadap
kondisi Palestina saat sekarang ini yaitu terus ikut memperjuangkan kemerdekaan
Palestina sebagai wujud perjuangan menegakan maqashid syariah
berupa hifdz al-mal, hifdz an-nafs (menjaga jiwa) dan hifdz
ad-dien (menjaga agama) yang beragam di negeri Palestina.
Maka khatib sangat bersyukur para pemimpin
ormas seperti NU dan 12 ormas besar Islam lainnya mengadakan pertemuan di
Gedung PBNU pada 30 April 2025. Salah satu point penting yaitu mendesak kepada
pemerintah untuk mengambil peran aktif dalam mewujudkan perdamaian di forum
internasional.
Para Jamaah Sholat Jum’at Yang Dimulyakan
Allah SWT,
Selain membantu perjuangan kemerdekaan
rakyat Palestina agar mempunyai negara sendiri, kita dengan lintas agama juga
perlu melakukan penggalangan dana untuk membantu penderitaan masyarakat
palestina. Bagaimanapun mereka adalah saudara kita dalam satu agama dan saudara
dalam kemanusiaan. Mereka bagian dari tetangga kita yang sedang mengalami
penderitaan lebih besar jika dibandingkan kondisi kita saat sekarang ini. Q.S.
Al-Fajr ayat 17-18 berbunyi sebagai berikut:
كَلَّا ۖ بَلْ لَا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ وَلَا تَحَاضُّونَ عَلَىٰ
طَعَامِ الْمِسْكِينِ
Artinya:
"Sekali-kali tidak (demikian),
sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim, dan kamu tidak saling mengajak
memberi makan orang miskin.”
Nabi Muhammad SAW bersabda:
أَيُّمَا مُسْلِمٍ كَسَا مُسْلِمًا ثَوْبًا عَلَى عُرْىٍ كَسَاهُ اللَّهُ
مِنْ خُضْرِ الْجَنَّةِ وَأَيُّمَا مُسْلِمٍ أَطْعَمَ مُسْلِمًا عَلَى جُوعٍ
أَطْعَمَهُ اللَّهُ مِنْ ثِمَارِ الْجَنَّةِ وَأَيُّمَا مُسْلِمٍ سَقَى مُسْلِمًا
عَلَى ظَمَإٍ سَقَاهُ اللَّهُ مِنَ الرَّحِيقِ الْمَخْتُومِ
Artinya:
Muslim mana saja yang memberi pakaian orang
Islam lain yang tidak memiliki pakaian, niscaya Allah akan memberinya pakaian
dari hijaunya surga. Muslim mana saja yang memberi makan orang Islam yang
kelaparan, niscaya Allah akan memberinya makanan dari buah-buahan di surga.
Lalu muslim mana saja yang memberi minum orang yang kehausan, niscaya Allah
akan memberinya minuman dari Al-Rahiq Al-Makhtum.
Dari dua dalil tersebut sudah cukup menjadi
dasar bahwa empati kita kepada orang lain merupakan suatu kewajiban dalam
syariat Islam. Bahkan orang-orang yang tidak peduli terhadap penderitaan orang
lain diancam oleh Allah sebagai pendusta agama. Maka, sebagai realisasi kita
beragama benar, maka hubungan sosial kita dengan memberi bantuan uang, makanan
dan kebutuhan lainnya merupakan kesempurnaan melaksanakan ajaran Islam.
Meskipun demikian, kita harus memilih lembaga-lembaga
resmi untuk menyalurkan bantuan. Sebab banyak oknum tertentu yang
mengatasnamakan peduli palestina tetapi untuk kepentingan-kepentingan tertentu.
Beberapa lembaga resmi sangat penting untuk menyalurkan bantuan dalam
meringankan penderitaan masyarakat Palestina seperti yang dibuat oleh BAZNAS
RI, dari ormas Nahdlatul Ulama ada NU Care, dan dari Muhamadiyah ada LAZISMU
dan lembaga-lembaga ormas Islam besar lainnya.
Para Jamaah Sholat Jum’at Yang Dimulyakan Oleh Allah SWT,
Dari paparan di atas, ada beberapa
pelajaran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara: Pertama,
kita harus mendukung terhadap kemerdekaan negara manapun termasuk Palestina
sesuai dengan kemampuan kita di bidang masing-masing. Kedua, kita
harus membantu meringankan beban penderitaan mereka dalam wujud menyalurkan
sebagaian rezeki kita melalui lembaga-lembaga resmi agar terjamin sampai pada
tujuan yang kita inginkan. Ketiga, kita harus bersyukur hidup di
negeri yang telah merdeka. Salah satu wujud syukur yaitu menjaga kemerdekaan
ini dengan terus berkarya untuk kebaikan bangsa dan negara.
جَعَلَنا اللهُ وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِين، وَأدْخَلَنَا
وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ : أعُوذُ بِاللهِ مِنَ
الشَّيْطانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمْ: يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا. باَرَكَ اللهُ
لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ
وذِكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى
جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ
وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ
لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ
رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ
وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا
النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا
أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ
ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ
عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا
تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ
وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ
الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ
اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ
الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ
وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ
أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ
وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ
مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ
إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ
وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا
وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ
اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى
الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا
بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ
وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ
اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ
اللهِ أَكْبَرْ
Penulis : Dr. Imam Ghozali,SH,M.Pd.I
Idul Fitri: Momentum Penyucian Hati dan Penguatan Takwa
18 Maret 2026   Oleh : M.Taufik, S.Pd.i   51
5 Esensi Bulan Suci Ramadhan
27 Februari 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   26
Ramadhan Baru Dua Hari: Jangan Hanya Semangat di Awal
20 Februari 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   39
Bekal Menyambut Ramadhan
13 Februari 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   43
Menangislah Saat Membaca Al-Qur'an
06 Februari 2026   Oleh : Muhtaruddin,M.Pd.I   42
Bisa Sang Mawar Berduri
Rabu , 05 Maret 2025      1545
Golongan Orang Yang dirindui Surga Bagian I (Bang Herman Sang Ojol Sholeh).
Senin , 12 Mei 2025      1235
Cahaya dari Lantai Pesantren
Minggu , 14 Desember 2025      1117
Pelita Diujung desa
Selasa , 02 Desember 2025      956
Malam Pertama di Bulan Suci.
Sabtu , 01 Maret 2025      950